• Home
  • Kontak
  • Services
  • Tentang Kami
Rabu, Juni 24, 2026
  • Login
TriMedia
  • Home
  • Gorontalo
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Bone Bolango
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo Utara
    • Kabupaten Boalemo
    • Kabupaten Pohuwato
  • Kriminal
  • Politik
    • KPU
    • Bawaslu
    • Caleg
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • Home
  • Gorontalo
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Bone Bolango
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo Utara
    • Kabupaten Boalemo
    • Kabupaten Pohuwato
  • Kriminal
  • Politik
    • KPU
    • Bawaslu
    • Caleg
  • Olahraga
No Result
View All Result
TriMedia
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Harga Emas Kian Menguat Menjelang Data Inflasi AS dan Ancaman Tarif

admin@3media.id by admin@3media.id
Juli 15, 2025
in Lifestyle
0
Harga Emas Kian Menguat Menjelang Data Inflasi AS dan Ancaman Tarif
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Harga emas (XAU/USD) pada hari Senin (15/7) lalu sempat terkoreksi sekitar 0,19% di tengah memanasnya perang dagang antara Amerika Serikat dan mitra-mitra utamanya. Ancaman tarif baru termasuk rencana bea masuk pada tembaga dari Gedung Putih membuat sebagian investor meredam pembelian logam mulia. Meski begitu, buyer perlahan kembali menguasai pasar, mendorong XAU/USD naik mendekati level $3.350 pada awal sesi Asia.

Menurut Analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, koreksi kemarin hanya jeda kecil dalam tren bullish yang masih dominan. “Pola candlestick higher low–higher high, serta Moving Average jangka pendek yang terus memotong ke atas MA jangka menengah, memperkuat sinyal kenaikan,” ujarnya. Menurut Andy, sinyal teknikal ini menunjukkan bahwa fase konsolidasi kemungkinan akan segera berakhir, memberi ruang bagi rally lanjutan.

Andy juga memprediksi dua skenario untuk pergerakan emas hari ini. Jika buyer mempertahankan tekanan beli, XAU/USD berpeluang menembus resistance terdekat di $3.355. Sebaliknya, jika koreksi berlanjut, support di $3.330 akan menjadi penentu arah resisntance di bawahnya berpotensi membawa harga turun lebih dalam menuju area $3.320. Trader disarankan memasang level entry dan stop-loss di kedua titik kunci ini, sambil memantau indikator teknikal untuk konfirmasi sinyal.

Dukungan bagi rally emas datang dari eskalasi ancaman tarif Presiden AS Donald Trump. Senin (14/7) lalu, Trump mengumumkan rencana tarif 100% atas ekspor Rusia tarif sekunder yang bakal diberlakukan jika tak ada kesepakatan gencatan senjata dalam 50 hari. Pernyataan ini mengingatkan investor pada peran emas sebagai pelindung modal di tengah ketidakpastian geopolitik, memacu permintaan hingga mencapai puncak harian $3.374 akhir pekan lalu.

Sinyal bearish yang mendorong pelemahan terbatas emas juga dipengaruhi oleh sikap The Fed. Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, memprakirakan inflasi akan meningkat musim panas ini akibat kebijakan tarif, sehingga bank sentral cenderung mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Pernyataan serupa datang dari Presiden The Fed Chicago, Austan Goolsbee, yang menyebut ketidakpastian tarif mempersulit proyeksi inflasi dan menunda peluang pemangkasan suku bunga.

Sorotan pasar kini tertuju pada data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS untuk Juni yang akan dirilis hari ini. Ekonom memperkirakan inflasi tahunan naik ke 2,6% (YoY) dan 0,3% (MoM), sementara inflasi inti diproyeksikan stabil di 2,8% YoY. “Angka IHK yang lebih lemah dari ekspektasi bisa mengerek kembali ekspektasi pemotongan suku bunga, sehingga mendongkrak harga emas,” ujar Andy Nugraha. Selain itu, data Penjualan Ritel dan klaim pengangguran awal pekan ini akan melengkapi gambaran kesehatan ekonomi AS.

Di sisi pasokan institusional, aliran dana ke ETF emas di India mencapai rekor lima bulan pada Juni, sementara bank sentral di kawasan BRICS dan Asia Tenggara mempercepat akumulasi cadangan emas. Pembelian institusi global ini turut memberikan bantalan bagi harga logam kuning, menambah kekuatan fundamental di balik sinyal teknikal positif.

Secara keseluruhan, kombinasi geopolitik yang memanas, kebijakan tarif AS yang agresif, sinyal teknikal bullish, dan data inflasi AS yang krusial menjadikan kisaran $3.330–$3.355 sebagai zona pertempuran utama hari ini. Dengan memantau level-level tersebut dan merespons rilis data tepat waktu, pelaku pasar bisa memanfaatkan momentum untuk strategi trading jangka pendek pada XAU/USD.

Previous Post

Bangun Customer Experience Unggul Bersama CRM AI Barantum

Next Post

Hadir dalam BRI Consumer Expo, BRI Finance Tawarkan Solusi Pembiayaan Kredibel

admin@3media.id

admin@3media.id

Next Post
Hadir dalam BRI Consumer Expo, BRI Finance Tawarkan Solusi Pembiayaan Kredibel

Hadir dalam BRI Consumer Expo, BRI Finance Tawarkan Solusi Pembiayaan Kredibel

Recent Posts

  • Pelopor Pendidikan Accounting Berbasis Technology di Indonesia, School of Accounting BINUS University Raih Top 4 QS World University Rankings by Subject
  • BRI Sudirman Semanggi Gelar Olahraga Bersama dan Sosialisasi BRIGuna Karya di Lingkungan BPN
  • BRI Sudirman Semanggi Sosialisasikan BRIGuna bagi Pegawai DPR RI Menjelang Masa Pensiun
  • BINUS SCHOOL Bekasi Cetak Penerima Beasiswa Garuda ke Perguruan Tinggi Terbaik
  • BRI Sudirman Semanggi Dukung Penguatan Intermediasi Nasional melalui Partisipasi Aktif dalam Kick Off Program PINISI Bank Indonesia

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
  • Home
  • Kontak
  • Services
  • Tentang Kami

PT. TriMedia Gorontalo - 2024

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Gorontalo
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Bone Bolango
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo Utara
    • Kabupaten Boalemo
    • Kabupaten Pohuwato
  • Kriminal
  • Politik
    • KPU
    • Bawaslu
    • Caleg
  • Olahraga

PT. TriMedia Gorontalo - 2024