• Home
  • Kontak
  • Services
  • Tentang Kami
Rabu, Juni 24, 2026
  • Login
TriMedia
  • Home
  • Gorontalo
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Bone Bolango
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo Utara
    • Kabupaten Boalemo
    • Kabupaten Pohuwato
  • Kriminal
  • Politik
    • KPU
    • Bawaslu
    • Caleg
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • Home
  • Gorontalo
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Bone Bolango
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo Utara
    • Kabupaten Boalemo
    • Kabupaten Pohuwato
  • Kriminal
  • Politik
    • KPU
    • Bawaslu
    • Caleg
  • Olahraga
No Result
View All Result
TriMedia
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Harga Emas Ngamuk! Pecah Rekor USD 3.685, Apa Langkah The Fed Selanjutnya?

admin@3media.id by admin@3media.id
September 18, 2025
in Lifestyle
0
Harga Emas Ngamuk! Pecah Rekor USD 3.685, Apa Langkah The Fed Selanjutnya?
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Harga emas dunia kembali menjadi sorotan setelah pada Senin (15/9) berhasil mencetak rekor baru, menembus level USD 3.685 per ons. Kenaikan ini tidak datang begitu saja. Pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi mendorong investor untuk kembali menjadikan emas sebagai aset lindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian global.

Bagi banyak pelaku pasar, pencapaian ini menandai tren bullish yang kuat di pasar emas. Permintaan terhadap emas semakin meningkat karena investor mencari alternatif yang lebih aman ketika ketidakpastian kebijakan moneter AS masih membayangi.

Fokus Utama: Kebijakan The Fed

Sorotan terbesar pasar minggu ini ada pada keputusan Federal Reserve (The Fed). Banyak analis memperkirakan bank sentral AS itu akan memangkas suku bunga untuk pertama kalinya sejak Desember lalu. Jika pemangkasan benar terjadi, hal itu bisa menambah dorongan besar bagi harga emas untuk melanjutkan reli.

Pemangkasan suku bunga biasanya membuat aset berdenominasi dolar menjadi kurang menarik, sehingga investor cenderung beralih ke emas yang dianggap lebih aman dan stabil. Karena itu, banyak yang meyakini rekor emas saat ini bukanlah puncak, melainkan awal dari tren kenaikan berikutnya.

Sentimen Global Dorong Optimisme

Selain faktor The Fed, emas berjangka AS untuk Desember juga ditutup lebih tinggi, naik 0,8% menjadi USD 3.719 per ons. Dukungan tambahan datang dari kabar bahwa Tiongkok berencana melonggarkan aturan impor-ekspor emas. Kebijakan ini diperkirakan akan meningkatkan permintaan emas baik dari sektor resmi maupun swasta, memperkuat dorongan harga global.

Di sisi lain, ketegangan politik juga ikut menjadi faktor yang diperhatikan pasar. Presiden Trump disebut tengah berupaya memperluas pengaruhnya terhadap arah kebijakan moneter The Fed. Dinamika politik semacam ini menambah lapisan ketidakpastian yang biasanya justru menjadi katalis positif bagi harga emas.

Investasi Emas Semakin Mudah Lewat Nanovest

Lonjakan harga emas dunia hingga rekor terbaru ini memperlihatkan betapa pentingnya emas dalam portofolio investasi, baik untuk diversifikasi maupun sebagai lindung nilai. Bagi investor ritel di Indonesia, kabar seperti ini bisa menjadi momentum untuk mulai berinvestasi emas secara digital.

Di sinilah Nanovest hadir sebagai solusi. Melalui aplikasi Nanovest, kamu bisa berinvestasi di emas digital, sekaligus memperluas portofolio ke saham Amerika Serikat dan aset kripto. Semua bisa dilakukan hanya dalam satu aplikasi dengan proses transaksi yang cepat, biaya kompetitif, dan tampilan yang ramah pengguna.

Yang menarik, bagi para investor pemula tidak perlu khawatir soal keamanan. Karena cuma di Nanovest, aset kamu terproteksi dari risiko cybercrime dengan Asuransi Sinarmas. Artinya, kamu bisa berinvestasi dengan lebih tenang, tanpa harus was-was terhadap potensi ancaman digital.

Bagi para penggiat investasi yang ingin menggunakan Nanovest, aplikasi ini sudah tersedia di Play Store maupun App Store Anda.

Kesimpulan

Dengan harga emas dunia yang kembali mencetak rekor di atas USD 3.685 per ons, jelas bahwa minat investor terhadap aset safe haven ini sedang berada di puncak. Keputusan The Fed dalam beberapa hari ke depan akan sangat menentukan arah selanjutnya, apakah emas akan terus melaju atau justru mengalami koreksi.

Bagi investor ritel, kondisi ini bisa menjadi peluang emas—secara harfiah maupun figuratif. Dan dengan dukungan platform seperti Nanovest, berinvestasi di emas digital, saham global, hingga kripto kini bisa dilakukan dengan lebih mudah, aman, dan terproteksi.

Previous Post

Bittime Listing Token Baru World Liberty Financial (WLFI), Gebrakan Baru Decentralized Finance

Next Post

Kinerja KALOG Express Cetak Rekor Naik 33 Persen, Bukti Konsistensi Pertumbuhan Layanan Kurir Nasional

admin@3media.id

admin@3media.id

Next Post
Kinerja KALOG Express Cetak Rekor Naik 33 Persen, Bukti Konsistensi Pertumbuhan Layanan Kurir Nasional

Kinerja KALOG Express Cetak Rekor Naik 33 Persen, Bukti Konsistensi Pertumbuhan Layanan Kurir Nasional

Recent Posts

  • BRI Sudirman Semanggi Sosialisasikan BRIGuna bagi Pegawai DPR RI Menjelang Masa Pensiun
  • BINUS SCHOOL Bekasi Cetak Penerima Beasiswa Garuda ke Perguruan Tinggi Terbaik
  • BRI Sudirman Semanggi Dukung Penguatan Intermediasi Nasional melalui Partisipasi Aktif dalam Kick Off Program PINISI Bank Indonesia
  • Pekerja BRI Sudirman Semanggi Perkuat Kebugaran dan Kebersamaan
  • Butuh Dana Tunai untuk Usaha? Cek Penawaran BRI Finance Berikut Ini

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
  • Home
  • Kontak
  • Services
  • Tentang Kami

PT. TriMedia Gorontalo - 2024

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Gorontalo
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Bone Bolango
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo Utara
    • Kabupaten Boalemo
    • Kabupaten Pohuwato
  • Kriminal
  • Politik
    • KPU
    • Bawaslu
    • Caleg
  • Olahraga

PT. TriMedia Gorontalo - 2024