• Home
  • Kontak
  • Services
  • Tentang Kami
Senin, Mei 25, 2026
  • Login
TriMedia
  • Home
  • Gorontalo
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Bone Bolango
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo Utara
    • Kabupaten Boalemo
    • Kabupaten Pohuwato
  • Kriminal
  • Politik
    • KPU
    • Bawaslu
    • Caleg
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • Home
  • Gorontalo
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Bone Bolango
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo Utara
    • Kabupaten Boalemo
    • Kabupaten Pohuwato
  • Kriminal
  • Politik
    • KPU
    • Bawaslu
    • Caleg
  • Olahraga
No Result
View All Result
TriMedia
No Result
View All Result
Iklan 1 Iklan 2
Home Lifestyle

GenBio Ajak Anak Indonesia Cegah Pneumonia dan Diare

admin@3media.id by admin@3media.id
Januari 7, 2026
in Lifestyle
0
GenBio Ajak Anak Indonesia Cegah Pneumonia dan Diare
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Tangerang,
7 Januari 2026
. Setiap 43 detik, setidaknya satu
anak di dunia meninggal akibat pneumonia—penyakit yang sebagian besar
sebenarnya dapat dicegah. Di saat yang sama, WHO memperkirakan ada hampir 1,7
miliar kasus diare anak setiap tahun, dan sekitar 443.832 anak balita meninggal
setiap tahunnya karena diare.

Indonesia
tidak terkecuali. Tren kasus pneumonia di Indonesia terus mengalami peningkatan sejak 2020.Data
terakhir di 2024 menunjukkan kasus pneumonia menyentuh angka 857.483. Angka ini
didominasi oleh kelompok usia balita Data WHO
menunjukkan, pneumonia adalah penyebab utama kematian akibat penyakit infeksius
di dunia, terutama pada anak-anak di bawah usia lima tahun dan orang dewasa
lanjut usia.

Melihat tingginya kasus pneumonia, WHO secara global
merekomendasikan vaksinasi pneumokok sebagai salah satu intervensi paling
efektif untuk menurunkan angka kesakitan, rawat inap, hingga kematian akibat
penyakit ini.

 

Selain itu, langkah preventif lainnya juga perlu dilakukan. Kebersihan gigi dan mulut
yang buruk dapat meningkatkan risiko pneumonia karena bakteri dari mulut bisa
terhirup ke paru-paru cuci tangan dan sikat gigi adalah cara efektif mencegah
pneumonia, karena keduanya mengurangi jumlah bakteri penyebab infeksi
pernapasan; menjaga keduanya sama pentingnya untuk kesehatan sistemik. 

Berangkat
dari urgensi tersebut, GenBio—lembaga nirlaba yang didirikan oleh Swiluva Ma—meluncurkan
inisiatif edukasi berbasis sains untuk memperkuat kebiasaan dasar pencegahan
infeksi pada anak: cuci tangan pakai sabun dan kebersihan mulut/gigi.

Selama hampir 1 tahun berjalan, GenBio
telah mengedukasi 20.000 anak-anak di 200 sekolah yang tersebar di 4 kota di
Indonesia dengan mendistribusikan buklet edukasi kebersihan mulut/gigi dan cuci
tangan serta melakukan workshop dan edukasi interaktif dengan melibatkan orang
tua.

“Ini
bukan hanya masalah medis—ini juga masalah perilaku. Kebiasaan sederhana yang
dilakukan konsisten dapat menjadi benteng pertama anak terhadap infeksi yang
paling sering menyerang,” ujar Swiluva Ma, Founder GenBio.

Tangan
yang tidak dicuci adalah jalur cepat perpindahan kuman. Data CDC menunjukkan
bahwa cuci tangan dapat membantu mencegah sekitar 30% penyakit terkait diare
dan sekitar 20% infeksi saluran napas. Karena itu, buklet GenBio menekankan
momen-momen penting CTPS: sebelum makan, setelah dari toilet, setelah
bermain/beraktivitas, setelah batuk/bersin, dan setelah menyentuh benda kotor.

Di
sisi lain, kebersihan mulut/gigi juga merupakan bagian penting dari pencegahan
infeksi. Literatur ilmiah menyebut rongga mulut orang dewasa dapat mengandung
sekitar 50–100 miliar bakteri.

Pada
kondisi tertentu, bakteri dari area mulut/tenggorokan dapat terhirup (aspirasi)
ke saluran napas bawah dan memicu infeksi paru. Karena itu, GenBio mendorong
kebiasaan sikat gigi 2 kali sehari (setelah sarapan dan sebelum tidur) dan
edukasi perawatan mulut yang benar.

“Inilah
mengapa tindakan edukasi harus dimulai sedini mungkin. Sains adalah ‘kekuatan
super’ GenBio untuk mendidik dan memberdayakan anak-anak Indonesia agar lebih
siap melawan infeksi bakteri—dimulai dari kebiasaan paling mendasar,” tambah
Swiluva Ma.

Komitmen berkelanjutan GenBio

Ke depan, GenBio akan melanjutkan program pendidikan
kesehatan, penyuluhan, dan panduan praktis berbasis sains, termasuk kolaborasi
dengan sekolah, tenaga kesehatan, dan organisasi sosial untuk memperluas dampak
pencegahan pneumonia dan diare pada anak.

Previous Post

Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, Progres Capai 75%

Next Post

Kecantikan Sejati : Luka tidak menghapus cantikmu

admin@3media.id

admin@3media.id

Next Post
Kecantikan Sejati : Luka tidak menghapus cantikmu

Kecantikan Sejati : Luka tidak menghapus cantikmu

Recent Posts

  • KAI Logistik Fokus Kembangkan Pergudangan, Siapkan Gudang Ramah Lingkungan Modern di Bandung dan Purwokerto
  • Ketahanan Rantai Pasok Jadi Fokus Strategi Operasional di Tengah Geopolitik Global
  • Temui Cita Rasa Eropah dan Bawanya ke Meja Anda
  • Bittime IDR Swap Permudah Akses Investasi Aset Global di Tengah Tekanan Nilai Rupiah
  • VRITIMES Resmi Jadi Media Partner Tim Bola Basket Hangtuah

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
  • Home
  • Kontak
  • Services
  • Tentang Kami

PT. TriMedia Gorontalo - 2024

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Gorontalo
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Bone Bolango
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo Utara
    • Kabupaten Boalemo
    • Kabupaten Pohuwato
  • Kriminal
  • Politik
    • KPU
    • Bawaslu
    • Caleg
  • Olahraga

PT. TriMedia Gorontalo - 2024