3MEDIA, GORONTALO – Pemerintah Kota Gorontalo melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Perdagin) kembali menggelar Pasar Murah Bersubsidi dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapangan Smile Mini Soccer, Kota Gorontalo, Sabtu (14/2/2026) pukul 09.00 Wita hingga selesai.
Kegiatan ini dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Gorontalo, Effendy Rauf, yang mewakili Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea dan Kepala Dinas Perdagi Kota Gorontalo, Haryono Soeronoto. Dalam laporannya, Haryono menyampaikan bahwa Pasar Murah Bersubsidi merupakan program strategis Wali Kota Adhan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus membantu masyarakat menjelang Ramadan.
“Program ini merupakan wujud nyata kehadiran Pemerintah Kota Gorontalo di tengah masyarakat, terutama dalam menghadapi dinamika ekonomi menjelang bulan suci Ramadan,” ujar Haryono. Sebanyak 1.000 paket sembako bersubsidi disiapkan dalam kegiatan tersebut. Setiap paket terdiri dari beras lokal 5 kilogram, bawang merah 0,25 kilogram, cabai rawit 0,25 kilogram, gula pasir 1 kilogram, minyak goreng 1 liter, dan telur ayam ras 10 butir.
Paket tersebut dijual dengan harga Rp100 ribu per paket. Harga ini telah mendapatkan subsidi sebesar Rp115 ribu atau sekitar 54 persen lebih rendah dibanding harga pasar yang mencapai Rp215 ribu per paket. Total anggaran subsidi yang digelontorkan Pemerintah Kota Gorontalo untuk kegiatan ini sebesar Rp100 juta.
Menurut Haryono, pelaksanaan pasar murah bersubsidi bertujuan untuk menstabilkan harga bahan pokok di pasaran, menyediakan akses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, mengendalikan inflasi jelang Ramadan, serta mencegah praktik penimbunan yang merugikan masyarakat. “Kalau sebelumnya dilaksanakan jelang Natal dan Tahun Baru untuk menjaga stabilitas harga saat Nataru, kali ini difokuskan untuk mengendalikan inflasi menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, Dinas Perdagin bekerja sama dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan guna memastikan paket bersubsidi tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat kurang mampu. (Rls)












