3MEDIA.ID, GORONTALO – Polemik sampah di Kota Gorontalo kembali memunculkan perdebatan baru-baru ini. Kritik yang selama ini banyak diarahkan ke pemerintah kota mendapat respons dari Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea. Ia mempertanyakan peran orang-orang dekat Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail yang kuat dugaan adalah otak dibalik kritikan sampah.
Menurut Adhan, urusan kebersihan tidak berhenti pada pemerintah kota saja. Ia menyebut aturan dari pemerintah pusat mengenai pengelolaan lingkungan ditujukan kepada berbagai level pemerintahan, termasuk pemerintah provinsi. “Kebersihan ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah kota. Termasuk provinsi juga, karena edaran dari pemerintah pusat itu tidak hanya ditujukan kepada pemerintah kota, tetapi juga kepada gubernur,” kata Adhan.
Ucapan itu muncul di tengah derasnya sorotan terhadap kondisi kebersihan kota. Namun menurut Adhan, jika semua kritik hanya diarahkan kepada pemerintah kota, persoalan sampah seolah-olah hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, padahal kebersihan kota juga membutuhkan peran masyarakat. Adhan juga menyinggung peran yang sudah dilakukan Pemprov Gorontalo dalam menangani sampah.
Memang, Pemprov Gorontalo tak punya wilayah. Namun, perlu diingat bahwa tanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan tanggung seluruh pemerintah daerah, tidak terkecuali pemprov. “Seharusnya gubernur dan orang-orangnya memberi motivasi dan solusi kepada daerah-daerah, bukan hanya melihat atau menyoroti kondisi sampah di kota,” ujarnya.
Sementara Pemerintah Kota Gorontalo sendiri telah menjalankan pekerjaan rutin mengangkut sampah setiap hari dari lingkungan warga di berbagai sudut kota. Pemerintah kota juga menambah armada melalui sembilan unit dump truck yang diperoleh lewat kerja sama dengan Bank Tabungan Negara. Selain itu, terdapat 54 kendaraan pengangkut sampah bermesin listrik yang digunakan untuk membantu pengumpulan sampah dari setiap kelurahan yang ada dikota Gorontalo.
Langkah lain yang sedang dipertimbangkan adalah penggunaan teknologi pengolahan sampah, termasuk insinerator untuk mengurangi penumpukan dan bau yang sering dikeluhkan masyarakat.(alw)











