3MEDIA, GORONTALO – Pemerintah Kota Gorontalo melalui Kepala Dinas PUPR, Meidy N. Silangen, memaparkan arah pembangunan infrastruktur tahun 2026 dalam kegiatan silaturahmi bersama masyarakat pada rangkaian HUT ke-298 Kota Gorontalo, yang digelar di Kelurahan Dembe I, Kecamatan Kota Barat, Jum’at (3/4/2026).
Dalam penyampaiannya, Meidy menegaskan bahwa meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran, pemerintah daerah tetap menempatkan sektor infrastruktur sebagai prioritas utama, terutama yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. “Bapak Wali Kota sangat konsen terhadap pembangunan infrastruktur, khususnya penanganan banjir, persampahan, dan peningkatan kualitas jalan,” ungkap Meidy.
Ia menjelaskan, salah satu fokus utama adalah penanganan banjir di wilayah Tenilo yang hampir setiap tahun terdampak. Upaya yang dilakukan saat ini masih pada tahap perencanaan, termasuk penyusunan dokumen teknis dan rencana pembebasan lahan. “Untuk Tenilo, saat ini kita siapkan tahapan pembebasan lahan dan perencanaan. Insya Allah pembangunan fisiknya akan dilaksanakan pada tahun 2027,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga terus melakukan pemeliharaan rutin infrastruktur di sejumlah titik seperti kawasan Buliide, serta mendorong peningkatan sanitasi melalui pembangunan jamban keluarga dan rencana pembangunan tangki septik di Buladu. Di sektor jalan, rekonstruksi Jalan Sawit II di depan kantor KPU menjadi salah satu pekerjaan yang telah berjalan, disusul dengan perencanaan akses jalan di wilayah Lekobalo, termasuk penyusunan Detail Engineering Design (DED) untuk Jalan Pangi dan Jalan Loji yang merupakan akses menuju Pasar Potanga.
Menurut Meidy, langkah ini juga menjadi bagian dari rencana penataan kawasan, termasuk kemungkinan relokasi aktivitas pasar guna mengurangi kepadatan dan hambatan lalu lintas di wilayah tersebut. Tak hanya itu, intervensi dari pemerintah pusat juga turut memperkuat pembangunan di Kecamatan Kota Barat. Di antaranya penataan kawasan kumuh di Kelurahan Lekobalo, pemasangan jaringan listrik di wilayah Piloloda’a, serta penguatan layanan kebersihan melalui penambahan armada operasional di setiap kelurahan.
Memasuki tahun 2026, program pengendalian banjir kembali menjadi perhatian, khususnya di aliran Sungai Topodu yang akan masuk tahap pembebasan lahan. Selain itu, pemerintah juga mengusulkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kelurahan Libuo. “Upaya ini dilakukan secara bertahap, baik melalui APBD maupun dukungan pemerintah pusat, agar kebutuhan dasar masyarakat bisa terpenuhi secara berkelanjutan,” tambahnya. Di bidang perumahan, Kota Gorontalo juga akan mendapatkan alokasi sekitar 600 unit rumah melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang diperuntukkan bagi masyarakat. (Rls)











