3MEDIA, GORONTALO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melaksanakan Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan tahun 2026 di Kota Gorontalo. Kegiatan yang berlangsung mulai April hingga Juli ini difokuskan pada penguatan nilai kejujuran, karakter, serta tata kelola dalam ekosistem pendidikan.
Perwakilan Jejaring Pendidikan KPK, Fathur Rahman, menjelaskan bahwa survei tersebut tidak sekadar menilai capaian akademik, tetapi juga memotret kondisi pendidikan secara menyeluruh, mulai dari karakter hingga lingkungan pendukungnya. “Kita ingin melihat bagaimana wajah pendidikan dari sisi integritas, tata kelola, dan ekosistemnya,” ujar Fathur Rahman saat berada di ruang Wali Kota Gorontalo, Rabu (15/4/2026).
SPI Pendidikan 2026 dirancang dengan pendekatan komprehensif dengan melibatkan berbagai pihak, seperti siswa, guru, kepala sekolah, dan orang tua sebagai responden. Pendekatan ini dinilai penting karena integritas tidak terbentuk secara individu, melainkan dipengaruhi oleh lingkungan sekitar.
Pelaksanaan survei dilakukan secara digital. Para responden akan menerima tautan kuesioner melalui pesan WhatsApp maupun email resmi. “Saat ini masih dalam tahap pengumpulan data populasi,” jelas pihak KPK.KPK juga mengimbau masyarakat untuk berpartisipasi aktif jika menerima tautan survei tersebut. Partisipasi publik dinilai menjadi kunci dalam mendorong perbaikan kualitas pendidikan.
Hasil SPI Pendidikan nantinya akan dirangkum dalam bentuk Indeks Integritas Pendidikan yang menggambarkan kondisi di tiap daerah, termasuk Kota Gorontalo. Data tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dan satuan pendidikan. Melalui survei ini, KPK mendorong terwujudnya sistem pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berlandaskan nilai integritas, guna mencetak generasi yang berkarakter kuat dan berintegritas tinggi. (Rls)











