3MEDIA, GORONTALO – Pemisahan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Gorontalo mangkrak di Pemprov Gorontalo. Pemecahan Disparpora merupakan upaya Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea dalam rangka memaksimalkan pengelolaan pariwisata, pemuda, dan olahraga secara khusus, sehingga program kerja lebih efektif.
Selain itu, juga untuk memberikan ruang jenjang karir kepada aparatur sipil negara (ASN) yang terhambat lantaran terbatasnya jabatan. Sayangnya, upaya itu terkesan dihalang-halangi oleh Pemprov Gorontalo. Buktinya, surat pengajuan Pemkot Gorontalo yang dilayangkan sejak 30 Maret 2026, baru dibalas pada Rabu, 29 April 2026. “Hampir satu bulan baru dibalas, itupun nanti didatangi Kepala BKPSDM dan Kabag Ortala kemarin tanggal 28 April 2026,” ungkap Adhan, Rabu (29/4/2026).
“Kalau hanya urusan begini baru dibalas dalam satu bulan, kacaulah pemerintahan,” tambah Adhan. Lebih miris lagi, bagi Adhan, balasan surat yang diterima pihaknya cukup aneh. Dimana, Pemprov Gorontalo meminta Pemkot Gorontalo melaporkan fiskal daerah. “Itu bukan urusan mereka untuk membiayai. Kita mampu, PAD kita 102 persen. Dan perlu saya tegaskan, usulan yang kami sampaikan sudah dianalisa dan dikaji mendalam,” tegas Adhan.
Ia pun meminta kepada Pemprov Gorontalo dalam hal ini Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah tidak membawa persoalan pribadi ke dunia pemerintahan. “Kami Pemkot tidak pernah menghalang-halangi kegiatan pemerintahan yang dilaksanakan Pemprov Gorontalo di Kota Gorontalo. Semua kami izinkan, bahkan difasilitasi,” pungkas Adhan. (Rls)

