3MEDIA, GORONTALO – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, memberikan peringatan keras kepada seluruh tenaga pendidik dan orang tua mengenai dampak negatif penggunaan gadget pada anak. Hal ini disampaikan dalam rapat koordinasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) se-Kota Gorontalo yang digelar pada Senin, (4/5/2026) di Ruang Pola Kantor Wali Kota.
Sorotan tajam ini dipicu oleh tragedi memilukan yang menimpa seorang remaja berusia 13 tahun di Kelurahan Libuo, Kecamatan Dungingi. Kejadian yang mengguncang warga tersebut melibatkan seorang anak yang ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri. Dalam insiden itu, ditemukan fakta mengejutkan, dimana ada riwayat aktivitas digital korban yang mencari informasi mengenai cara mengakhiri hidup melalui telepon selulernya sebelum peristiwa nahas itu terjadi pada tengah malam.
Menyikapi fenomena ini, Wali Kota Adhan menginstruksikan pengawas sekolah dan guru untuk tidak hanya fokus pada pencapaian akademik semata. Ia menekankan pentingnya peran sekolah dalam mengedukasi orang tua tentang pengawasan pola asuh dan penggunaan teknologi.
Menurutnya, kecerdasan intelektual dalam pelajaran sains maupun olahraga menjadi tidak berarti, jika kesehatan mental dan keselamatan jiwa anak terabaikan akibat pengaruh konten digital yang berbahaya. “Ini HP ini memang ngeri. Makanya saya minta ke pengawas sekolah, sampaikan ke guru-guru dan sampaikan kepada orang tua. Jadi jangan cuma mikir soal fisika, kimia, matematika, olahraga, langsung dicetak semuanya. Sampaikan pada orang tua di sana,” tegasnya. (Rls)

