• Home
  • Kontak
  • Services
  • Tentang Kami
Minggu, Juni 14, 2026
  • Login
TriMedia
  • Home
  • Gorontalo
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Bone Bolango
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo Utara
    • Kabupaten Boalemo
    • Kabupaten Pohuwato
  • Kriminal
  • Politik
    • KPU
    • Bawaslu
    • Caleg
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • Home
  • Gorontalo
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Bone Bolango
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo Utara
    • Kabupaten Boalemo
    • Kabupaten Pohuwato
  • Kriminal
  • Politik
    • KPU
    • Bawaslu
    • Caleg
  • Olahraga
No Result
View All Result
TriMedia
No Result
View All Result
Iklan 1 Iklan 2
Home Kota Gorontalo

Kadis Dikbud Ingatkan Pengaruh Konten Negatif di Media Sosial, Ancaman Serius Bagi Generasi Muda

Jurnalis Trimedia by Jurnalis Trimedia
Juni 4, 2026
in Kota Gorontalo
0
Kadis Dikbud Ingatkan Pengaruh Konten Negatif di Media Sosial, Ancaman Serius Bagi Generasi Muda
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

3MEDIA, GORONTALO – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Gorontalo, Husin Ali menegaskan bahwa konten negatif di media sosial kini menjadi salah satu ancaman serius bagi generasi muda jika tidak digunakan secara bijak. Penegasan tersebut disampaikan Husin saat membuka sosialisasi Peraturan Pemerintah tentang pembatasan usia anak dalam penggunaan media sosial serta Instruksi Wali Kota Gorontalo terkait penggunaan telepon genggam bagi siswa, Kamis (4/6/2026), di SMP Negeri 12 Kota Utara.

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara mahasiswa magang Program Studi Ilmu Komunikasi UNG dengan SMPN 12 Kota Utara melalui proyek akhir bertema “Mewujudkan Generasi Cerdas Digital, Aman, dan Bertanggung Jawab.” Sosialisasi dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Daud Rafertian Panigoro, Kepala Bidang IKP, Adriyun Katili, jajaran Kominfo, dosen pembimbing lapangan, Kepala SMPN 12 Kota Utara, Indah Permata Sari beserta dewan guru, serta para siswa dan orang tua.

Husin menyampaikan bahwa tantangan yang dihadapi generasi saat ini berbeda dengan masa sebelumnya. Jika dahulu ancaman utama datang dari minuman keras dan narkoba, kini media sosial juga harus menjadi perhatian serius karena dapat memberikan dampak negatif terhadap perkembangan anak. “Musuh kita sekarang bukan hanya miras dan narkoba. Media sosial juga sudah menjadi musuh generasi jika tidak digunakan dengan baik. Itulah sebabnya Pak Wali bersikap tegas, karena rasa sayang beliau kepada anak-anak kita,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Gorontalo telah dua kali menerbitkan instruksi terkait pembatasan penggunaan telepon genggam bagi siswa. Instruksi pertama yang diterbitkan pada November tahun lalu dinilai memberikan dampak positif, meski implementasinya masih perlu diperkuat baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Menurutnya, keberhasilan kebijakan tersebut sangat bergantung pada sinergi antara sekolah, orang tua, dan tenaga pendidik.

Karena itu, guru juga dituntut menjadi teladan dalam penggunaan perangkat digital. “Bagaimana siswa mau meniru kalau kita tidak memberikan contoh yang baik? Kita melarang anak bermain HP, tetapi guru mengajar sambil menggunakan HP untuk hal yang tidak berkaitan dengan pembelajaran. Karena itu, kami mengeluarkan edaran kedua sebagai penguatan,” tegasnya.

Sebagai langkah alternatif, pemerintah mendorong sekolah untuk menghidupkan kembali berbagai aktivitas fisik dan permainan tradisional guna mengurangi ketergantungan siswa terhadap gawai. Salah satu yang didorong adalah permainan tradisional seperti tengge-tengge yang dinilai mampu meningkatkan interaksi sosial dan aktivitas anak.

Langkah tersebut diambil menyusul berbagai laporan mengenai dampak negatif penggunaan media sosial yang tidak terkontrol, mulai dari gangguan kesehatan mental, penyimpangan perilaku, hingga kasus-kasus fatal yang melibatkan remaja. Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Kota Gorontalo berharap para orang tua, guru, dan seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat pengawasan serta pendampingan terhadap penggunaan teknologi digital oleh anak-anak.

Dengan kolaborasi yang baik antara keluarga dan sekolah, diharapkan generasi muda Kota Gorontalo dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas secara digital, bertanggung jawab, dan mampu memanfaatkan teknologi secara positif. (Rls)

Previous Post

KAI Bandara Jadi Pilihan Transportasi Masyarakat, 130 Ribu Penumpang Terlayani Saat Libur Waisak dan Idul Adha

Next Post

UMKM Dari Bone Bolango Hingga Boalemo Siap Ambil Bagian Di Street Food Jilid II

Jurnalis Trimedia

Jurnalis Trimedia

Next Post
UMKM Dari Bone Bolango Hingga Boalemo Siap Ambil Bagian Di Street Food Jilid II

UMKM Dari Bone Bolango Hingga Boalemo Siap Ambil Bagian Di Street Food Jilid II

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Naik 77,64% Sampai Dengan Mei 2026, BRI Finance Catatkan Kinerja Positif Kendaraan Bekas
  • Tangani Pembayaran Klaim Dengan Cepat, BRI Insurance Bayarkan Asuransi Mikro Puluhan Juta di Balikpapan
  • Dari Prestasi Akademik dan Non-Akademik: Perjalanan Irham Mengembangkan Diri di BINUS @Bandung
  • Kolaborasi Strategis BRI Finance dengan Kejaksaan Negeri Padang Wujudkan Tata Kelola Bisnis Akuntabel
  • Optimistis Pembiayaan EV Terus Bertumbuh, BRI Finance Sambut Kebijakan Pembebasan Pajak Kendaraan Listrik

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
  • Home
  • Kontak
  • Services
  • Tentang Kami

PT. TriMedia Gorontalo - 2024

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Gorontalo
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Bone Bolango
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo Utara
    • Kabupaten Boalemo
    • Kabupaten Pohuwato
  • Kriminal
  • Politik
    • KPU
    • Bawaslu
    • Caleg
  • Olahraga

PT. TriMedia Gorontalo - 2024