3MEDIA, GORONTALO – Menjelang pelaksanaan Street Food Jilid II Tahun 2026, Pemerintah Kota Gorontalo mengumpulkan ratusan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam kegiatan silaturahmi dan sosialisasi yang berlangsung di Bandhayo Lo Yiladia, Kamis (4/6/2026). Tak hanya berasal dari Kota Gorontalo, Street Food Jilid II juga diikuti oleh pelaku UMKM dari Kabupaten Bone Bolango hingga Kabupaten Boalemo.
Hal itu dibuktikan dengan kehadiran mereka pada kegiatan sosialisasi yang digelar Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan UKM Kota Gorontalo tersebut. “Peserta yang mendaftar cukup banyak. Kurang lebih 280 UMKM akan terlibat dan bukan hanya dari Kota Gorontalo. Ada juga yang datang dari Bone Bolango dan Boalemo,” ungkap Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM Kota Gorontalo, Muttakin Adam.
Untuk itu, lanjut Muttakin pihaknya perlu menyampaikan seluruh teknis pelaksanaan sejak awal melalui sosialisasi yang dilaksanakan. Agar, kata dia, kegiatan berjalan tertib dan nyaman bagi semua pihak. “Pertemuan ini untuk memperoleh informasi teknis terkait pelaksanaan kegiatan yang akan diselenggarakan,” tandasnya sembari menambahkan, dalam sosialisasi itu juga, skema lalu lintas selama kegiatan berlangsung turut disampaikan.
“Penataan kawasan dilakukan dengan mempertimbangkan kenyamanan pengunjung sekaligus kelancaran aktivitas para pedagang selama kegiatan berlangsung,” ujar Muttakin. “Kami tetap memberikan akses jalan bagi kendaraan. Sebagian badan jalan akan digunakan sebagai jalur masuk dari arah Dulohupa dan keluar hingga kawasan SMP Negeri 7. Sementara untuk titik parkir utama kami pusatkan di dalam Stadion GOR agar arus kendaraan tidak menumpuk di sekitar lokasi kegiatan,” imbuh dia.
Masih kata Muttakin, Street Food Jilid II bukan sekadar tempat berjualan, tetapi juga menjadi ruang perputaran ekonomi yang mempertemukan pelaku usaha dari berbagai sektor dalam satu kawasan yang ramai dikunjungi masyarakat. Muttakin menambahkan, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi faktor penting dalam menyukseskan agenda tersebut.
Ia berharap seluruh peserta dapat mematuhi ketentuan yang telah disepakati sehingga kegiatan berjalan aman, tertib, dan memberikan manfaat ekonomi yang luas. “Street Food ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi milik bersama. Karena itu kami berharap seluruh pelaku UMKM ikut menjaga ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan kawasan. Jika semuanya berjalan baik, dampaknya akan dirasakan langsung oleh para pelaku usaha maupun masyarakat yang datang berkunjung,” katanya. Street Food Jilid II Kota Gorontalo dijadwalkan mulai berlangsung pada 6 Juni 2026 dan akan terus digelar hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai. (Rls)

