3MEDIA, GORONTALO – Meski Kota Gorontalo bukan daerah yang kerap dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pemerintah daerah tetap memilih untuk tidak lengah. Seluruh unsur yang berkaitan dengan penanggulangan bencana kini telah disiagakan sebagai langkah antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat. Kesiapan itu ditegaskan usai Apel Kesiapsiagaan Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 yang digelar Polresta Gorontalo Kota, Senin (3/8).
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Gorontalo, Dandy Datau, mengatakan apel tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Kapolri yang dilaksanakan secara serentak di seluruh jajaran kepolisian di Indonesia. “Informasi yang kami terima dari Pak Kapolres, ini merupakan perintah Kapolri agar setiap Polda dan Polres melaksanakan apel antisipasi kebakaran hutan dan lahan. Untuk Polresta Gorontalo Kota, pelaksanaannya sore ini,” ujar Dandy.
Menurutnya, Pemerintah Kota Gorontalo tidak hanya hadir dalam apel kesiapsiagaan, tetapi juga memastikan seluruh perangkat yang akan diterjunkan saat terjadi kebakaran sudah berada dalam kondisi siap. Mulai dari personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) disiapkan untuk bergerak cepat apabila terjadi kebakaran hutan maupun lahan.
“Kalau sewaktu-waktu ada kejadian, personel kami sudah siap. BPBD, Satpol PP, termasuk Damkar bersama seluruh peralatannya sudah kami siapkan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan,” kata Dandy. Pemkot Gorontalo berharap potensi karhutla dapat ditangani sejak dini sehingga dampaknya terhadap masyarakat maupun lingkungan dapat diminimalkan. (Rls)

