3MEDIA, GORONTALO – Memasuki musim kemarau, masyarakat diminta mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan dan kebakaran. Pesan itu disampaikan Kepala BPBD Kota Gorontalo, Hendry Ticoalu, saat kegiatan silaturahmi Pemerintah Kota Gorontalo bersama masyarakat di Kelurahan Botu, Rabu (5/8/2026). Menurut Hendry, dampak musim kemarau paling cepat dirasakan adalah berkurangnya ketersediaan air bersih.
Untuk itu, masyarakat diminta menggunakan air secara bijak agar persediaan yang ada tetap mencukupi apabila musim kering berlangsung lebih lama. “Kita harus mulai menghemat penggunaan air. Debit air bisa terus berkurang dan tidak menutup kemungkinan sumber-sumber air masyarakat, seperti sumur maupun sumur bor, ikut mengering,” katanya.
Selain menghemat penggunaan air, warga juga diimbau menyiapkan tempat penampungan seperti drum, jerigen maupun galon sebagai cadangan apabila pasokan air mengalami gangguan. Hendry juga mengingatkan masyarakat rutin memeriksa saluran air di rumah agar tidak terjadi kebocoran yang menyebabkan pemborosan. Tak hanya soal kekeringan, BPBD juga menaruh perhatian terhadap meningkatnya risiko kebakaran saat cuaca panas.
Hendry mengungkapkan, pada hari yang sama petugas menangani dua peristiwa kebakaran, masing-masing kebakaran lahan di wilayah Dungingi dan kebakaran di kawasan Jalan Gelatik. Melihat kondisi tersebut, ia meminta masyarakat lebih berhati-hati saat menggunakan kompor, tabung gas maupun peralatan listrik di rumah.
Sebelum meninggalkan rumah, seluruh sumber api dan peralatan elektronik harus dipastikan dalam keadaan aman.Hendry juga mengingatkan warga agar tidak membakar sampah sembarangan. Jika pembakaran memang dilakukan, api harus terus diawasi hingga benar-benar padam agar bara tidak kembali menyala saat tertiup angin. “Kalau bisa jangan membakar sampah sembarangan. Kalaupun membakar, pastikan apinya benar-benar padam supaya tidak memicu kebakaran,” ujarnya.
Perhatian khusus juga diberikan kepada orang tua agar mengawasi aktivitas anak-anak yang bermain di sekitar dapur maupun instalasi listrik. Di sisi lain, instalasi kelistrikan rumah disarankan diperiksa secara berkala oleh teknisi untuk mencegah korsleting yang dapat memicu kebakaran. Menjelang akhir penyampaiannya, Hendry meminta masyarakat menyimpan nomor darurat pemadam kebakaran Kota Gorontalo, 0822-5993-4143.
Ia menegaskan, saat terjadi kebakaran warga sebaiknya segera menghubungi petugas agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin. “Kalau ada kejadian kebakaran, jangan sibuk live dulu. Telepon petugas pemadam agar kami bisa segera bergerak ke lokasi,” tegasnya. Ia juga mengingatkan para perokok agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan perbukitan yang saat ini dipenuhi rumput kering. Menurutnya, kelalaian kecil dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, apalagi dengan kondisi medan yang cukup berat. (Rls)
