3MEDIA, GORONTALO – Pemerintah Kota Gorontalo mengalokasikan anggaran sekitar Rp3 miliar untuk memperbaiki sebagian Jalan Rambutan, mulai dari simpang empat Metro hingga simpang tiga setelah RSUD Otanaha. Anggaran perbaikan ruas jalan tersebut bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) perubahan 2026, dengan pendanaan yang berasal dari pungutan pajak atau disebut pendapatan asli daerah (PAD).
Hal itu disampaikan Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea saat diwawancarai wartawan usai meninjau langsung kondisi Jalan Rambutan, Rabu (7/10/2026). Wali Kota Adhan mengatakan, perbaikan sebagian Jalan Rambutan dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut atas aspirasi masyarakat. Ruas jalan tersebut dinilai memiliki peran penting, karena berada di kawasan yang cukup padat dengan berbagai fasilitas pelayanan publik.
“Perbaikan ini merupakan aspirasi dari masyarakat dan searah dengan slogan kami, yakni Torang Bekeng Bae,” ujar Wali Kota Adhan. Di sepanjang kawasan tersebut terdapat sejumlah fasilitas pendidikan, mulai dari SMA Negeri 2, sekolah dasar hingga taman kanak-kanak. Selain itu, terdapat pula fasilitas kesehatan berupa Puskesmas Kota Barat serta kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Gorontalo.
Menurut Wali Kota Adhan, kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam melakukan pembenahan infrastruktur jalan di kawasan tersebut. Namun, di tengah keterbatasan transfer dari pemerintah pusat, Wali Kota Adhan menegaskan Pemkot Gorontalo kini harus semakin mengandalkan kekuatan fiskal daerah, khususnya PAD.
“Dana dari pusat sudah tak besar seperti tahun-tahun sebelumnya, makanya kita hanya mengandalkan PAD dalam membiayai berbagai infrastruktur,” kata Adhan. Untuk itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepatuhan dalam membayar pajak daerah.Wali Kota Adhan menilai, pembayaran pajak masyarakat memiliki kontribusi penting terhadap kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai pembangunan, termasuk perbaikan infrastruktur jalan.
“Untuk itu, saya mengimbau warga untuk taat membayar pajak daerah,” imbaunya.Ia berharap, optimalisasi PAD dapat terus dilakukan sehingga pemerintah memiliki ruang fiskal yang lebih kuat untuk menjawab kebutuhan pembangunan dan pelayanan masyarakat. (Rls)

