Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berpotensi melanjutkan tren penguatan setelah berhasil menembus resistance minor pada timeframe mingguan. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, level US$96,70 kini berpeluang berfungsi sebagai support baru. Jika momentum bullish tetap terjaga, harga minyak berpotensi bergerak menuju resistance berikutnya di US$106,76.
Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, menilai keberhasilan WTI menembus resistance minor sebagai indikasi bahwa momentum beli berpeluang berlanjut. Dalam proyeksi teknikal Dupoin Futures, harga dapat mengalami pullback terlebih dahulu menuju area US$96,70 sebelum melanjutkan kenaikan. Area tersebut menjadi level penting untuk mengamati kekuatan support baru.
Selama harga mampu bertahan di atas US$96,70, peluang penguatan WTI masih terbuka. Jika tekanan beli kembali meningkat setelah koreksi, harga berpotensi melanjutkan primary trend menuju zona resistance US$106,76. Namun, apabila harga kembali turun menembus support tersebut, skenario bullish perlu dievaluasi karena momentum kenaikan berpotensi melemah.
Dari sisi fundamental, harga minyak menghadapi tekanan akibat keputusan Amerika Serikat memberikan pelonggaran sementara terhadap sejumlah sanksi Rusia. Kebijakan tersebut membuka kemungkinan bertambahnya pasokan bahan bakar dan produk energi ke pasar global. Peningkatan ketersediaan pasokan dapat menekan harga minyak apabila tambahan volume tersebut terealisasi dan permintaan belum cukup kuat untuk menyerapnya.
Dupoin Futures menilai realisasi tambahan pasokan Rusia menjadi salah satu faktor penting yang perlu dicermati pelaku pasar. Ekspektasi terhadap peningkatan pasokan dapat memengaruhi sentimen bahkan sebelum tambahan minyak dan produk energi benar-benar masuk ke pasar. Oleh karena itu, perkembangan kebijakan sanksi dan arus pasokan aktual berpotensi memengaruhi arah harga WTI.
Di sisi lain, risiko geopolitik di Timur Tengah masih dapat memberikan dukungan bagi harga minyak. Ketegangan regional dan potensi gangguan distribusi melalui Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran terhadap kelancaran pengiriman energi global. Apabila gangguan distribusi terjadi, pasar dapat menghadapi risiko keterbatasan pasokan yang berpotensi mendorong harga naik.
Kondisi ini membuat prospek minyak berada di antara dua sentimen yang berlawanan. Potensi peningkatan pasokan Rusia dapat membatasi kenaikan, sedangkan risiko gangguan distribusi di Timur Tengah dapat menopang harga. Dalam analisis Dupoin Futures, perkembangan kedua faktor tersebut menjadi penting untuk menilai apakah tren bullish secara teknikal dapat bertahan menghadapi tekanan fundamental.
Pelaku pasar juga perlu memperhatikan keseimbangan pasokan dan permintaan energi global. Jika pasokan meningkat sementara permintaan melemah, tekanan terhadap harga dapat bertambah. Sebaliknya, gangguan pasokan yang signifikan berpotensi mengimbangi dampak tambahan pasokan dan menjaga harga tetap kuat.
Berdasarkan proyeksi Dupoin Futures, level US$96,70 menjadi support utama yang perlu dipantau setelah terjadinya breakout resistance minor. Selama area tersebut mampu bertahan, WTI berpeluang melanjutkan penguatan menuju US$106,76. Namun, pergerakan harga tetap bergantung pada konfirmasi teknikal dan perkembangan fundamental, termasuk realisasi tambahan pasokan Rusia serta situasi geopolitik di Timur Tengah.
Dengan demikian, Dupoin Futures melihat peluang kenaikan WTI masih terbuka, tetapi risiko koreksi tetap perlu diperhitungkan. Pelaku pasar sebaiknya mencermati level support, perkembangan pasokan, dan risiko geopolitik sebelum mengambil keputusan. Proyeksi ini merupakan skenario pasar, bukan kepastian arah harga atau rekomendasi transaksi.
Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

