3MEDIA, GORONTALO – Pengelolaan informasi kebencanaan di Kota Gorontalo mulai diarahkan menuju sistem digital yang terintegrasi. Melalui inovasi Sistem Manajemen dan Pusat Data Informasi Kebencanaan Terintegrasi (SIMPATI BENCANA), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gorontalo berupaya membangun tata kelola data yang lebih modern, akurat, dan mudah diakses. Langkah tersebut diawali melalui sosialisasi SIMPATI BENCANA di Kecamatan Dumbo Raya, Senin (26/10/2026).
Kegiatan ini melibatkan camat, para lurah, serta seluruh aparatur kecamatan dan kelurahan di wilayah tersebut. Kepala BPBD Kota Gorontalo, Hendry Ticoalu, mengatakan inovasi ini dikembangkan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan data dan informasi kebencanaan dengan memanfaatkan teknologi informasi. Menurut Hendry, selama ini pengelolaan sejumlah data dan dokumen masih dilakukan secara manual, tersebar, serta belum sepenuhnya terhimpun dalam satu sistem.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan perlunya pembaruan dalam tata kelola informasi kebencanaan. Melalui SIMPATI BENCANA, BPBD Kota Gorontalo berupaya mengintegrasikan proses pengumpulan, penyimpanan, pengolahan, hingga penyajian data ke dalam sistem digital yang terstandar dan dapat dipantau melalui dashboard.
“Melalui penerapan SIMPATI BENCANA, proses pengumpulan, penyimpanan, pengelolaan, dan penyajian informasi kebencanaan diharapkan menjadi lebih tertata. Sehingga, data yang dibutuhkan dapat diakses secara lebih efektif untuk mendukung koordinasi antarlembaga maupun pengambilan keputusan,” ujar Hendry.
Ia menjelaskan, keterlibatan aparatur kecamatan dan kelurahan menjadi bagian penting dalam penerapan sistem tersebut. Pasalnya, pemerintah di tingkat wilayah memiliki akses langsung terhadap berbagai informasi yang berkaitan dengan kondisi lingkungan dan potensi ancaman bencana di daerah masing-masing. Informasi tersebut mencakup data kewilayahan, potensi kerawanan bencana, kondisi lingkungan, serta berbagai keterangan lain yang diperlukan dalam mendukung upaya penanggulangan bencana.
“Kecamatan dan kelurahan memiliki peran strategis dalam penyediaan informasi kewilayahan, termasuk data potensi ancaman bencana, kondisi lingkungan, serta informasi lain yang dibutuhkan dalam upaya penanggulangan bencana,” tandasnya. Dengan sistem pengelolaan yang terintegrasi, data dari kecamatan dan kelurahan diharapkan dapat dihimpun secara lebih sistematis.
Ketersediaan informasi yang akurat dan mutakhir juga menjadi modal penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun perencanaan serta menentukan langkah penanganan bencana sesuai kebutuhan di lapangan. Sosialisasi ini sekaligus menjadi sarana untuk menyamakan pemahaman aparatur pemerintah mengenai pentingnya standarisasi data. Sebab, kualitas informasi yang digunakan akan turut memengaruhi efektivitas koordinasi dan ketepatan pengambilan keputusan dalam menghadapi potensi bencana.
Hendry menambahkan, pengembangan SIMPATI BENCANA merupakan bagian dari implementasi proyek perubahan dalam Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II. “Melalui inovasi ini, kami berupaya memperkuat tata kelola informasi kebencanaan agar lebih modern, terintegrasi, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” katanya.
Ke depan, penerapan SIMPATI BENCANA diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan Pemerintah Kota Gorontalo dalam menghadapi potensi bencana. Integrasi informasi hingga tingkat kelurahan juga diharapkan mampu mendorong koordinasi yang lebih efektif antarlembaga, sehingga upaya penanggulangan bencana dapat dilaksanakan secara lebih terarah. (Rls)

