3MEDIA, GORONTALO – Mengangkat sejarah dan perjalanan sebuah institusi kesehatan melalui karya literasi, Festival Literasi Kota Gorontalo Tahun 2026 menghadirkan bedah buku 100 Tahun RSU Aloei Saboe, Selasa (3/11/2026). Kegiatan yang dibuka Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel tersebut, menghadirkan penulis buku dr. Muhammad Isman Yusuf dan Basri Amin, serta Darwis Salim sebagai pembedah.
Bedah buku ini, turut dihadiri kalangan akademisi, mahasiswa, dan komunitas, di antaranya Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo (UNUGO), Poltekkes Kemenkes Gorontalo, serta sejumlah komunitas literasi.Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Gorontalo, Siti Dahlia Syarief, dalam laporannya menyampaikan bahwa Festival Literasi menjadi wadah untuk membangun budaya membaca sekaligus meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap buku dan karya literasi.
“Melalui kegiatan bedah buku ini dapat meningkatkan minat dan budaya baca masyarakat, khususnya peserta kegiatan,” ujar Siti Dahlia. Menurutnya, kegiatan bedah buku tidak hanya memberikan pemahaman terhadap isi dan nilai sebuah karya, tetapi juga mendorong terbangunnya ruang diskusi, pertukaran pikiran, serta kemampuan berpikir kritis. Kehadiran penulis dan pembedah diharapkan membuka kesempatan bagi peserta untuk memperluas wawasan melalui dialog dan berbagi gagasan.
Festival Literasi 2026 mengusung tema “Menjaga Warisan Kata, Mewariskan Cinta, Menumbuhkan Kreativitas” dan berlangsung selama tiga hari, 3–5 November 2026. Selain bedah buku pada hari pertama, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi mendongeng yang melibatkan guru dan siswa tingkat SD dan SMP, kemudian ditutup dengan pagelaran seni pada hari ketiga. Siti Dahlia berharap rangkaian kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya buku sebagai sumber informasi dan ilmu pengetahuan, sekaligus memperkuat budaya literasi di Kota Gorontalo. (Rls)

