3MEDIA, GORONTALO – Forum konsultasi publik yang diselenggarakan Pemerintah Kota Gorontalo pada Jumat (6/2/2026), bak pintu yang terbuka lebar bagi masyarakat yang ingin menyampaikan kritikan dan aspirasi untuk rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) tahun 2027 mendatang. Lebih menarik lagi, Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea tidak hanya membuka kegiatan lantas pergi meninggalkan acara berlangsung.
Sebaliknya, dia mendengarkan seluruh saran masyarakat dari berbagai kalangan hingga akhir.Hal ini pun membuat Sri Sutarni Arifin, S.Hut., M.Si, dosen di Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) yang hadir pada FKP RKPD 2027 dari perwakilan akademisi takjub.Sri Sutarni yang sudah berulang kali diundang menghadiri FKP, mulai dari RKPD hingga rencana detail tata ruang (RDTR) pun lantas memberikan apresiasi kepada Wali Kota Adhan.
“Satu yang kami apresiasi, wali kota bertahan sampai akhir mendengarkan seluruh masukan. Itu yang belum pernah kami temui di forum diskusi sebelumnya,” kata Sri Sutarni yang diwawancarai usai kegiatan. Sri Sutarni juga mengaku bangga dengan Wali Kota Adhan melaksanakan FKP RKPD hingga tahun 2027 tanpa sekat melibatkan UMKM. Dari kalangan akademisi sendiri, lanjut Sri memberikan masukan soal ruang terbuka hijau yang perlu ditingkatkan kualitas dan jumlahnya.
Sebab, menurut dia, keberadaan ruang terbuka hijau banyak manfaatnya. “Bisa menambah daerah resapan air, sehingga mengurangi risiko banjir. Termasuk meningkatkan kualitas udara. Sehingga, kita mendorong peningkatan jumlah dan kualitas ruang terbuka hijau,” pungkasnya. (Rls)












