JAKARTA, 7 Januari 2026 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melakukan penanganan dampak bencana banjir dan longsor yang melanda 12 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Hingga Selasa (6/1/2026), Kementerian PU memastikan sejumlah ruas jalan nasional dan jembatan strategis yang sempat terputus kini berangsur fungsional kembali untuk mendukung kelancaran logistik dan mobilitas masyarakat.
Menteri
Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pemulihan konektivitas
antarwilayah menjadi fokus utama penanganan pascabencana.
“Kementerian PU
bergerak cepat agar akses logistik dan mobilitas warga segera pulih.
Keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama, sehingga setiap
penanganan dilakukan dengan memperhatikan kondisi lapangan dan stabilitas
lereng,” ujar Menteri Dody.
Berdasarkan
data monitoring lapangan hingga 6 Januari 2026 pukul 20.00 WIB, Kementerian PU
telah menangani kerusakan infrastruktur di berbagai titik bencana. Penanganan
meliputi pembersihan material di 263 titik longsoran tebing, perbaikan pada 65
titik jalan amblas, serta penanganan genangan banjir di 28 titik yang kini
telah surut sepenuhnya. Selain itu, dari total titik jalan putus yang
teridentifikasi, 14 titik telah fungsional kembali, dan 7 jembatan yang rusak
telah dapat dilalui.
Progres
signifikan terlihat pada koridor vital Tarutung–Sipirok sepanjang 68 km yang
kini telah terhubung sepenuhnya. Meski demikian, Kementerian PU masih melakukan
penyempurnaan jalur sementara (detour) guna menjamin keselamatan
pengguna jalan. Sementara itu, koridor Batangtoru–Singkuang juga sudah dapat
dilalui kendaraan ringan, dengan pengerjaan penimbunan dan pemadatan agregat
yang terus dikebut di tengah tantangan cuaca hujan.
Untuk
konektivitas di jalur Sibolga–Batangtoru, Kementerian PU telah menyelesaikan
pemasangan jembatan darurat (bailey). Jembatan bailey bentang 33 meter di Jembatan Aek
Garoga 2 dan bentang 44 meter di Sungai Garoga 3 kini sudah beroperasi secara
fungsional.
Namun,
Kementerian PU mengimbau pengguna jalan untuk tetap waspada, khususnya pada
segmen Simpang Rampa–Sibolga via Batu Lubang. Ruas ini masih terputus akibat
longsoran tebing di lima lokasi dengan kondisi tanah yang belum stabil,
sehingga penanganan darurat belum memungkinkan.
Sebagai solusi
jangka panjang, Kementerian PU telah merencanakan penanganan permanen melalui
pengalihan trase jalan di lokasi tersebut. Untuk sementara waktu, akses
Tarutung–Sibolga dialihkan melalui jalur alternatif Tarutung–Rampa–Poriaha
dengan pembatasan khusus bagi kendaraan kecil.
Di Sumatera
Utara, ruas yang terkena dampak terberat adalah Batas Kota Tarutung–Batas
Kabupaten Tapanuli Tengah–Sibolga dengan total 176 titik kerusakan, dan ruas
Tarutung–Sipirok dengan 55 titik. Dari total 23 lokasi jalan putus di seluruh
wilayah terdampak, 17 titik kini telah berhasil difungsikan kembali, sementara
satu titik pada Jembatan Aek Puli B tidak ditangani karena telah tersedia
jembatan duplikasi.
Guna
mempercepat seluruh proses pemulihan ini, Kementerian PU telah memobilisasi 137
unit alat berat ke berbagai lokasi bencana. Armada tersebut terdiri dari loader, excavator, backhoe loader,
vibro roller, dozer, motor grader, dump truck, flat bed truck, hingga truk logistik.
Kementerian PU
akan terus melakukan pemantauan intensif dan penanganan lanjutan hingga seluruh
jaringan jalan dan jembatan di Sumatera Utara kembali aman dan andal sepenuhnya
bagi masyarakat.
Program kerja
ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam
menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.
#SigapMembangunNegeriUntukRakyat
#SetahunBerdampak
Artikel ini juga tayang di VRITIMES










