3MEDIA, GORONTALO – Di saat banyak anak larut dalam layar ponsel di sejumlah daerah, Kota Gorontalo justru membuka halaman bukan di gadget, tapi di buku. Langkah sederhana, namun berdampak besar untuk menanamkan kembali kecintaan membaca sejak dini. Ini membuktikan Pemerintah Kota Gorontalo menunjukkan sikap serius untuk membangun budaya literasi pada anak-anak.
Salah satunya melalui kegiatan wisata baca, yang kembali digelar oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKP) yang berlangsung Lapangan Taruna Remaja untuk anak-anak Sekolah Dasar.
“Sengaja kami pilih lokasi di luar sekolah, supaya anak-anak bisa merasakan lingkungan yang berbeda dan lebih segar, agar suasana belajar tidak monoton,” ujar Siti Dahlia Syarif, SH., MH, selaku Kepala DKP Kota Gorontalo.
Program ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan empat kali dalam setahun. Pada tahun 2025, kegiatan wisata baca diperkuat dengan anggaran dana alokasi umum (DAU) pendidikan sebesar Rp300 juta, yang dialokasikan khusus untuk mendongkrak minat baca masyarakat.
“Alhamdulillah, tahun ini kita mendapatkan kucuran anggaran dari DAU pendidikan sebesar Rp300 juta yang digunakan khusus untuk kegiatan peningkatan minat baca masyarakat,” jelasnya.
Kegiatan ini merupakan bagian untuk menyukseskan kebijakan Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea yang belum lama ini diluncurkan, yakni gerakan satu jam tanpa gadget untuk anak-anak dan orang tua. Gerakan ini tidak hanya membatasi penggunaan gawai, tetapi juga membangun kembali ruang interaksi hangat dalam keluarga serta menumbuhkan kebiasaan sehat seperti membaca bersama. (Rls)