3MEDIA, GORONTALO – Kegiatan tadarus Al-Qur’an yang digelar selama bulan Ramadan di Bandhayo Lo Yiladia (BLY), rumah dinas Wakil Wali Kota dan Sekretaris Daerah (Sekda), resmi ditutup oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea. Selama Ramadan, tadarus berlangsung setiap malam dengan melibatkan seluruh kelurahan di Kota Gorontalo. Masing-masing kelurahan mengutus perwakilan secara bergiliran untuk membaca Al-Qur’an hingga rangkaian kegiatan ditutup.
Penutupan kegiatan itu turut dihadiri Tuan Qadhi Gorontalo Rasyid Kamaru, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo.Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Adhan Dambea mengingatkan para orang tua agar lebih memperhatikan pergaulan dan aktivitas anak-anak, terutama di tengah perkembangan teknologi dan media sosial saat ini. Ia menilai pengawasan keluarga sangat penting untuk mencegah berbagai persoalan yang dapat mengancam masa depan generasi muda.
“Makanya tolong jaga anak-anak. Baru seminggu lalu ada kejadian yang melibatkan anak sekolah. Karena itu orang tua harus benar-benar memperhatikan anak-anaknya,” ujar Wali Kota Adhan. Ia juga menyinggung kebiasaan penggunaan telepon genggam yang menurutnya perlu diawasi lebih ketat oleh orang tua. Pemerintah kota, kata dia, ke depan akan turun ke kelurahan bersama aparat keamanan untuk mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam menjaga anak-anak.
Sementara itu pada kesempatan yang sama, Sekda Kota Gorontalo Ismail Madjid menekankan pentingnya menjadikan membaca Al-Qur’an sebagai kebutuhan dalam kehidupan seorang muslim, bukan hanya dilakukan saat Ramadan. Ia mengingatkan bahwa membaca Al-Qur’an memiliki banyak keutamaan, termasuk menjadi syafaat di hari akhir dan membawa pahala berlipat bagi yang membacanya.
Menurut Sekda Ismail, kegiatan tadarus seperti yang dilaksanakan selama Ramadan ini diharapkan tidak berhenti setelah bulan puasa berakhir. Ia berharap kebiasaan mengaji terus dilanjutkan di tengah masyarakat. “Saya berharap aktivitas membaca Al-Qur’an menjadi kebutuhan bagi setiap muslim. Tidak hanya di bulan Ramadan, tapi setelah Ramadan harus terus ditingkatkan,” katanya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta tadarus yang telah meluangkan waktu mengikuti kegiatan tersebut selama Ramadan.
“Terima kasih kepada seluruh peserta tadarus yang sudah ikut berpartisipasi. Semoga amal ibadah yang dilakukan mendapat ridha dari Allah SWT,” tutupnya. Kegiatan tadarus ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Gorontalo untuk terus menghidupkan tradisi membaca Al-Qur’an sekaligus memperkuat nilai keagamaan di tengah masyarakat. (Rls)











