• Home
  • Kontak
  • Services
  • Tentang Kami
Kamis, April 23, 2026
  • Login
TriMedia
  • Home
  • Gorontalo
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Bone Bolango
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo Utara
    • Kabupaten Boalemo
    • Kabupaten Pohuwato
  • Kriminal
  • Politik
    • KPU
    • Bawaslu
    • Caleg
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • Home
  • Gorontalo
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Bone Bolango
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo Utara
    • Kabupaten Boalemo
    • Kabupaten Pohuwato
  • Kriminal
  • Politik
    • KPU
    • Bawaslu
    • Caleg
  • Olahraga
No Result
View All Result
TriMedia
No Result
View All Result
Iklan 1 Iklan 2
Home Lifestyle

158 Tahun Jalur KA Pertama, KAI Lestarikan Sejarah Lewat Penanaman Pohon yang Menjadi Simbol Peran Penting KA untuk Angkutan Hasil Bumi

admin@3media.id by admin@3media.id
Agustus 10, 2025
in Lifestyle
0
158 Tahun Jalur KA Pertama, KAI Lestarikan Sejarah Lewat Penanaman Pohon yang Menjadi Simbol Peran Penting KA untuk Angkutan Hasil Bumi
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KAI Daop 4 Semarang bersama komunitas pecinta kereta api (KA) dan masyarakat setempat menggelar rangkaian kegiatan peringatan 158 tahun jalur KA pertama di Indonesia yaitu Tanggung-Semarang. Kegiatan dipusatkan di Stasiun Tanggung pada Minggu (10/8).

KAI Daop 4 Semarang bersama komunitas pecinta kereta api (KA) dan masyarakat setempat menggelar rangkaian kegiatan peringatan 158 tahun jalur KA pertama di Indonesia yaitu Tanggung-Semarang. Kegiatan dipusatkan di Stasiun Tanggung pada Minggu (10/8).

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo menyebutkan berbagai kegiatan inti yang diselenggarakan diantaranya adalah penanaman pohon, pengecatan monumen roda dan sayap, sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang, serta bersih-bersih stasiun dan lingkungan.

“Penanaman pohon ini kami lakukan sebagai simbol bahwa jalur KA Tanggung–Semarang pada masanya menjadi andalan dalam pengangkutan hasil bumi menuju pelabuhan dimana hasil bumi tersebut akan diekspor melalui moda kapal. Sementara itu, pengecatan monumen, sosialisasi keselamatan, dan kegiatan bersih-bersih merupakan bentuk kepedulian kami dalam merawat peninggalan sejarah sekaligus menciptakan lingkungan perkeretaapian yang bersih, nyaman, dan selamat” kata Franoto.

Franoto mengatakan bahwa total sebanyak 45 peserta dari berbagai elemen turut berpartisipasi dalam peringatan jalur KA pertama tersebut. Seluruh peserta bekerja bersama secara bergotong royong, yang sekaligus menjadi wujud nyata nilai-nilai kebersamaan dan kekompakan dalam menjaga warisan sejarah.

” />

“Tentunya ini menjadi momen yang baik di bulan Kemerdekaan Republik Indonesia untuk terus memupuk nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sejarah. Melalui kegiatan ini, kami berharap semangat kolaborasi antara KAI, komunitas, dan masyarakat dapat terus terjaga,” ujar Franoto.

Sekilas Sejarah Jalur KA Relasi Tanggung – Semarang

Jalur kereta api Tanggung–Semarang merupakan jalur kereta api pertama di Indonesia yang dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda melalui perusahaan Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Jalur ini mulai dioperasikan pada 10 Agustus 1867 dengan tujuan utama mengangkut hasil bumi dari daerah pedalaman Jawa Tengah menuju pelabuhan di Semarang agar dapat diekspor ke luar negeri.

Hasil bumi tersebut, seperti gula, kopi, dan tembakau, sebagian besar berasal dari sistem tanam paksa (Cultuurstelsel) yang diterapkan Belanda kepada rakyat Indonesia pada masa itu. Dibangunnya jalur ini memudahkan pengangkutan komoditas dari wilayah agraris ke pusat perdagangan kolonial di pesisir utara Jawa.

Stasiun Tanggung sendiri menjadi salah satu stasiun bersejarah yang masih bertahan hingga kini, menyimpan jejak awal perkembangan perkeretaapian di Indonesia, dan menjadi saksi bisu perjalanan panjang transportasi rel di tanah air.

Franoto melanjutkan, peringatan ini menjadi momen untuk mengenang sejarah panjang perkeretaapian Indonesia sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai yang dibawanya.

“KAI Daop 4 berharap peringatan ini tidak hanya menjadi ajang mengenang masa lalu, tetapi juga menginspirasi masyarakat untuk menjaga dan melestarikan peninggalan sejarah bangsa,” tutup Franoto.

Previous Post

Amankan Perjalanan KA, KAI Divre III Palembang Bersama Stakeholders Tekan Angka Pencurian Prasarana dan Sarana

Next Post

Salonpas Perkuat Posisi sebagai Official Pain Relief Partner Gaya Hidup Aktif Melalui Kolaborasi dengan Bali United

admin@3media.id

admin@3media.id

Next Post
Salonpas Perkuat Posisi sebagai Official Pain Relief Partner  Gaya Hidup Aktif Melalui Kolaborasi dengan Bali United

Salonpas Perkuat Posisi sebagai Official Pain Relief Partner Gaya Hidup Aktif Melalui Kolaborasi dengan Bali United

Recent Posts

  • PTPN I, Subholding Perkebunan Nusantara Dorong Mitra Binaan Tembus Kompetisi Kopi Dunia
  • Bittime Catatkan Lonjakan Swap USDT/IDR Hingga 57% Di Tengah Tekanan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS
  • Pelindo Terminal Petikemas Tunjukkan Kinerja Positif di Tengah Gejolak Global
  • Tembaga Punya Peran Krusial, Ini 3 Sektor Paling Membutuhkan
  • Telkom AI Center Makassar dan GDGoC UNM Latih 20 Talenta Muda di Bidang Robotics dan IoT

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
  • Home
  • Kontak
  • Services
  • Tentang Kami

PT. TriMedia Gorontalo - 2024

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Gorontalo
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Bone Bolango
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo Utara
    • Kabupaten Boalemo
    • Kabupaten Pohuwato
  • Kriminal
  • Politik
    • KPU
    • Bawaslu
    • Caleg
  • Olahraga

PT. TriMedia Gorontalo - 2024