• Home
  • Kontak
  • Services
  • Tentang Kami
Rabu, Februari 18, 2026
  • Login
TriMedia
  • Home
  • Gorontalo
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Bone Bolango
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo Utara
    • Kabupaten Boalemo
    • Kabupaten Pohuwato
  • Kriminal
  • Politik
    • KPU
    • Bawaslu
    • Caleg
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • Home
  • Gorontalo
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Bone Bolango
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo Utara
    • Kabupaten Boalemo
    • Kabupaten Pohuwato
  • Kriminal
  • Politik
    • KPU
    • Bawaslu
    • Caleg
  • Olahraga
No Result
View All Result
TriMedia
No Result
View All Result
Iklan 1 Iklan 2
Home Lifestyle

India, Tariff King? Menelisik Angka dan Narasi di Baliknya

admin@3media.id by admin@3media.id
September 4, 2025
in Lifestyle
0
India, Tariff King? Menelisik Angka dan Narasi di Baliknya
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

India kerap dituduh sebagai “tariff king”—sebuah label yang seolah menggambarkan bahwa negeri ini menutup diri dengan beban bea masuk yang tinggi. Namun, benarkah demikian? Narasi ini seringkali berlebihan, jika bukan keliru sama sekali. Alih-alih bersandar pada persepsi, mari menimbang fakta, angka, serta konteks ekonomi yang melingkupinya.

Apa Fungsi Tarif di Negara Berkembang?

Di negara berpendapatan rendah dan berkembang, tarif bukan sekadar instrumen perdagangan. Ia berfungsi ganda:

• Melindungi industri domestik – terutama sektor yang masih “infant industry” atau rapuh, sehingga membutuhkan waktu untuk tumbuh sebelum mampu bersaing di pasar global.

• Meningkatkan penerimaan negara – misalnya melalui tarif pada produk-produk premium seperti alkohol atau kendaraan mewah.

Dua fungsi ini berbeda jauh dari praktik negara maju seperti Amerika Serikat, yang sudah memiliki basis industri mapan dan lebih mengandalkan pajak domestik ketimbang bea impor.

Dari Proteksionisme ke Liberalisasi Bertahap

Memang benar, tarif India pada era 1980-an tergolong tinggi. Namun, sejak reformasi 1991 dan kesepakatan Uruguay Round yang melahirkan WTO, India secara konsisten memangkas tarifnya. Tren jangka panjangnya jelas: penurunan bertahap.

Penting untuk membedakan dua jenis tarif:

• Applied tariffs: tarif nyata yang diberlakukan saat barang masuk.

• Bound tariffs: plafon tarif maksimum yang dijanjikan dalam komitmen WTO.

Kritik terhadap tarif India kerap abai pada perbedaan ini, padahal yang relevan bagi perdagangan nyata adalah applied tariff.

Angka yang Sering Di Salah Pahami

Jika hanya melihat simple average tariff India, yaitu 15,98 persen, sekilas memang terlihat tinggi. Tetapi ukuran ini menyesatkan karena memperlakukan semua produk sama, tanpa memperhitungkan volume perdagangan.

Ukuran yang lebih akurat adalah trade-weighted tariff, yang mencerminkan bobot riil perdagangan. Dengan metode ini, tarif India hanya 4,6 persen—setara bahkan lebih rendah dibanding banyak negara berkembang lain. Angka ini sendirian cukup untuk membantah label “tariff king.”

Kenapa Tarif di Sektor Pertanian dan Otomotif Tinggi?

Ada dua pengecualian utama, yaitu pertanian dan otomotif.

• Pertanian: Lebih dari 50 persen penduduk India bergantung pada sektor ini. Dengan lahan sempit, teknologi minim, dan orientasi subsistensi, membuka keran impor secara bebas sama saja dengan menyingkirkan jutaan petani kecil. Tidak ada pemerintahan demokratis yang mau mengambil risiko politik itu. Terlebih, petani Barat menikmati subsidi besar-besaran—membuat kompetisi tidak adil sejak awal.

• Otomotif: Industri ini menyerap jutaan tenaga kerja dan menjadi salah satu tulang punggung manufaktur. Proteksi di sini lebih terkait stabilitas ekonomi dan sosial, bukan sekadar kalkulasi dagang.

Perlu dicatat, negara lain pun melakukan hal serupa, bahkan lebih agresif. Uni Eropa mengenakan tarif hingga 205 persen pada produk susu dan 261 persen pada buah dan sayuran. Jepang mencapai 298 persen pada susu dan lebih dari 250 persen pada sereal dan daging. Korea Selatan bahkan melampaui 800 persen pada sayuran. Dibanding angka-angka itu, tarif India terlihat moderat.

Perbandingan dengan Negara Berkembang Lain

Jika dirunut, tarif India tidak berbeda jauh dengan rekan-rekannya di dunia berkembang. Bangladesh rata-rata 14,1 persen, Argentina 13,4 persen, dan Türkiye 16,2 persen. Dengan kata lain, India tidak menyimpang dari norma global.

Bagaimana dengan Barang Non-Pertanian?

Kritik dari Amerika Serikat sering menyasar produk non-pertanian. Tetapi, di sektor teknologi dan elektronik, tarif India justru ramah:

• 0 persen untuk sebagian besar perangkat keras IT, semikonduktor, dan komputer.

• zRata-rata hanya 10,9 persen pada elektronik, serta 8,3 persen pada mesin komputasi.

Bandingkan dengan Vietnam yang mengenakan tarif hingga 35 persen, Tiongkok hingga 25 persen, atau Indonesia hingga 30 persen di sektor serupa. Jelas, India bukan pengecualian.

Jadi, Siapa Tariff King Sebenarnya?

Label “tariff king” pada India lebih merupakan retorika politik ketimbang cerminan realitas. Ya, India melindungi sektor pertanian dan otomotifnya—tapi alasan sosial, ekonomi, dan politik di baliknya kuat dan sebanding dengan praktik di negara lain.

Untuk mayoritas sektor lain, tarif India justru rendah, sejalan dengan standar global, bahkan lebih liberal dibanding beberapa tetangganya di Asia.

Dengan demikian, menyebut India sebagai “tariff king” adalah simplifikasi berlebihan yang gagal melihat data, konteks, dan perbandingan internasional. Pertanyaan yang lebih tepat bukanlah apakah India tariff king, melainkan: siapa sebenarnya yang lebih proteksionis?

Previous Post

Local Heroes Jadi Ujung Tombak Peningkatan Ekonomi Daerah

Next Post

Sambut Hari Pelanggan Nasional, KAI Daop 2 Bandung Beri Kejutan Spesial untuk Pelanggan KA

admin@3media.id

admin@3media.id

Next Post
Sambut Hari Pelanggan Nasional, KAI Daop 2 Bandung Beri Kejutan Spesial untuk Pelanggan KA

Sambut Hari Pelanggan Nasional, KAI Daop 2 Bandung Beri Kejutan Spesial untuk Pelanggan KA

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pemkot Gorontalo Tetapkan Stadion Merdeka Sebagai Kawasan Tanpa Plastik

Pemkot Gorontalo Tetapkan Stadion Merdeka Sebagai Kawasan Tanpa Plastik

Oktober 8, 2024
Penjagub Rudy Launching Komitmen Bersama Pemetaan Kesehatan Mental Bagi Anak dan Remaja

Penjagub Rudy Launching Komitmen Bersama Pemetaan Kesehatan Mental Bagi Anak dan Remaja

Desember 25, 2024
Rudy Ingatkan KPU dan Bawaslu Kawal Ketat Distribusi Logistik Pilkada

Rudy Ingatkan KPU dan Bawaslu Kawal Ketat Distribusi Logistik Pilkada

Oktober 12, 2024
Pemkot Jaga Inflasi Jelang Nataru Lewat Pasar Murah Bersubsidi

Pemkot Jaga Inflasi Jelang Nataru Lewat Pasar Murah Bersubsidi

Desember 23, 2024

BLUD RSAS Susun Dokumen Perencanaan

0
Pemkot Gorontalo Tetapkan Stadion Merdeka Sebagai Kawasan Tanpa Plastik

Pemkot Gorontalo Tetapkan Stadion Merdeka Sebagai Kawasan Tanpa Plastik

0
Rudy Ingatkan KPU dan Bawaslu Kawal Ketat Distribusi Logistik Pilkada

Rudy Ingatkan KPU dan Bawaslu Kawal Ketat Distribusi Logistik Pilkada

0
Pagelaran Gerakan Seniman Masuk Sekolah Tuai Apresiasi

Pagelaran Gerakan Seniman Masuk Sekolah Tuai Apresiasi

0
Saat Brand Lain Bakar Budget, Her Assets Society Semarang Bangun Sistem Mini Konsorsium

Saat Brand Lain Bakar Budget, Her Assets Society Semarang Bangun Sistem Mini Konsorsium

Februari 18, 2026
Pemantauan Lalu Lintas Berbasis Drone dalam Ekosistem ETLE

Pemantauan Lalu Lintas Berbasis Drone dalam Ekosistem ETLE

Februari 18, 2026
KAI Divre III Palembang Meriahkan Tahun Baru Imlek 2577 dengan Atraksi Barongsai dan Kejutan Spesial

KAI Divre III Palembang Meriahkan Tahun Baru Imlek 2577 dengan Atraksi Barongsai dan Kejutan Spesial

Februari 18, 2026
Halo Robotics Rilis Panduan Pemilihan Drone Kargo: FlyCart 100 dan FlyCart 30

Halo Robotics Rilis Panduan Pemilihan Drone Kargo: FlyCart 100 dan FlyCart 30

Februari 17, 2026
TriMedia

Jl. Raja Eyato, Kelurahan Biawao, Kota Gorontalo

Follow Us

Kategori

  • Gorontalo
  • Headline
  • Kabupaten Boalemo
  • Kabupaten Bone Bolango
  • Kabupaten Gorontalo
  • Kabupaten Gorontalo Utara
  • Kota Gorontalo
  • KPU
  • Kriminal
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pilkada
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo
  • Uncategorized
  • World

Berita Terbaru

Saat Brand Lain Bakar Budget, Her Assets Society Semarang Bangun Sistem Mini Konsorsium

Saat Brand Lain Bakar Budget, Her Assets Society Semarang Bangun Sistem Mini Konsorsium

Februari 18, 2026
Pemantauan Lalu Lintas Berbasis Drone dalam Ekosistem ETLE

Pemantauan Lalu Lintas Berbasis Drone dalam Ekosistem ETLE

Februari 18, 2026
KAI Divre III Palembang Meriahkan Tahun Baru Imlek 2577 dengan Atraksi Barongsai dan Kejutan Spesial

KAI Divre III Palembang Meriahkan Tahun Baru Imlek 2577 dengan Atraksi Barongsai dan Kejutan Spesial

Februari 18, 2026
  • Home
  • Kontak
  • Services
  • Tentang Kami

PT. TriMedia Gorontalo - 2024

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Gorontalo
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Bone Bolango
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo Utara
    • Kabupaten Boalemo
    • Kabupaten Pohuwato
  • Kriminal
  • Politik
    • KPU
    • Bawaslu
    • Caleg
  • Olahraga

PT. TriMedia Gorontalo - 2024