3MEDIA, GORONTALO – Peserta uji kompetensi pengisian jabatan pimpinan tinggi (JPT) pratama di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo tahun 2026 tidak hanya dituntut memiliki kompetensi untuk menduduki jabatan strategis. Mereka juga diharapkan mampu menunjukkan kedisiplinan dan menjadi teladan bagi aparatur di bawahnya.
Pesan tersebut disampaikan penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo, Nuryanto, saat mewakili Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, membuka secara resmi pelaksanaan uji kompetensi pengisian JPT Pratama di Bhandayo Lo Yiladia, Selasa (22/9/2026).
Dalam sambutannya, Pj Sekda Nuryanto secara khusus menyoroti persoalan kedisiplinan pejabat, terutama terkait ketepatan waktu dalam mengikuti agenda pemerintahan. Sorotan itu disampaikan setelah Pj Sekda Nuryanto sebagai evaluasi terhadap sejumlah pejabat yang datang terlambat dari waktu yang telah ditetapkan.
Akibatnya agenda tersebut berlangsung molor dari yang dijadwalkan. “Bagi seorang pejabat pimpinan tinggi, disiplin merupakan bagian dari sikap kepemimpinan yang nantinya akan menjadi contoh bagi jajaran aparatur di bawahnya,” katanya, tegas. Untuk itu, ia berharap proses uji kompetensi tersebut dapat menghasilkan figur yang tidak hanya memenuhi persyaratan kompetensi jabatan, tetapi juga memiliki integritas, kedisiplinan, dan keteladanan dalam menjalankan tugas.
“Jangan sampai cuma nanti ada Wali Kota baru selalu datang tepat waktu, bahkan lebih awal,” lanjut Pj Sekda Nuryanto. Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pejabat pimpinan tinggi memiliki tanggung jawab lebih besar dibanding sekadar menjalankan fungsi administratif. Menurut Pj. Sekda Nuryanto, sikap dan perilaku pejabat tinggi di pemerintahan akan turut menentukan budaya kerja di lingkungan birokrasi. (Rls)

