• Home
  • Kontak
  • Services
  • Tentang Kami
Kamis, April 23, 2026
  • Login
TriMedia
  • Home
  • Gorontalo
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Bone Bolango
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo Utara
    • Kabupaten Boalemo
    • Kabupaten Pohuwato
  • Kriminal
  • Politik
    • KPU
    • Bawaslu
    • Caleg
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • Home
  • Gorontalo
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Bone Bolango
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo Utara
    • Kabupaten Boalemo
    • Kabupaten Pohuwato
  • Kriminal
  • Politik
    • KPU
    • Bawaslu
    • Caleg
  • Olahraga
No Result
View All Result
TriMedia
No Result
View All Result
Iklan 1 Iklan 2
Home Lifestyle

Emas di Batas Psikologis saat Dolar Pulih, Pasar Menanti Isyarat Inflasi AS

admin@3media.id by admin@3media.id
Agustus 11, 2025
in Lifestyle
0
Emas di Batas Psikologis saat Dolar Pulih, Pasar Menanti Isyarat Inflasi AS
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Harga emas bergerak datar di pasar spot, sementara kontrak berjangka di Comex sempat mencetak rekor baru di sekitar $3.534 per 100 troy ons setelah muncul laporan rencana Amerika Serikat menerapkan tarif pada impor batangan emas. Di tengah kabar tersebut, fokus pelaku pasar beralih ke rangkaian data inflasi yang akan rilis pekan ini. Volatilitas pun meningkat di area psikologis $3.400, apalagi pada awal sesi Asia XAU/USD sempat menarik minat jual di sekitar $3.390 seiring pemulihan moderat Dolar AS yang menekan komoditas berdenominasi greenback.

Menurut Andy Nugraha, analis dari Dupoin Futures Indonesia,  menilai sinyal teknikal mulai kehilangan tenaga. Kombinasi pola candlestick dan pergerakan Moving Average menunjukkan momentum bullish melemah dibanding pekan lalu. Ia menekankan $3.400 sebagai rintangan terdekat yang perlu ditembus agar reli berlanjut. Selama dorongan fundamental baru belum hadir, reli cenderung terbatas. Sebaliknya, jika tekanan jual kembali mencuat, area $3.350 dipandang sebagai penopang awal yang layak diawasi untuk mengukur kekuatan buyer jangka pendek.

Dari sisi fundamental, sentimen emas masih ditopang ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada September. Probabilitas pasar yang tinggi—tercermin dari respons terhadap data tenaga kerja yang mengecewakan serta revisi turun untuk Mei–Juni—mendorong persepsi bahwa nada kebijakan The Fed kian seimbang. Komentar Gubernur The Fed Michelle Bowman mengenai kerentanan pasar tenaga kerja dan peluang penurunan suku bunga lebih lanjut pada 2025 ikut memperkuat pandangan tersebut. Namun, pemulihan Dolar AS dan potensi kenaikan imbal hasil bila inflasi kembali kaku berisiko membatasi kenaikan bullion.

Dukungan struktural datang dari Tiongkok. Data resmi menunjukkan People’s Bank of China menambah cadangan emas pada Juli, memperpanjang rangkaian pembelian hingga sembilan bulan berturut-turut. Arus pembelian bank sentral ini menjadi bantalan penting bagi harga emas di tengah ketidakpastian kebijakan dan gejolak tarif global. Meski demikian, untuk arah harian, pasar menunggu kepastian dari rilis inflasi AS (CPI/PPI) yang akan memberi petunjuk apakah The Fed memprioritaskan stabilitas harga atau mendorong pencapaian lapangan kerja maksimum.

Agenda pekan ini juga padat dengan data Klaim Tunjangan Pengangguran, Penjualan Ritel, dan Sentimen Konsumen University of Michigan. Di layanan, PMI ISM sebelumnya menandakan perlambatan aktivitas dan kontraksi komponen ketenagakerjaan, tetapi subindeks “Prices Paid” justru melonjak ke level tertinggi sejak akhir 2022. Campuran sinyal ini membuka peluang pergerakan dua arah: dukungan datang dari prospek pertumbuhan yang melambat, sementara tekanan muncul bila inflasi menunjukkan kekakuan yang berkepanjangan.

Secara taktis, Andy menyarankan disiplin pada dua zona kunci: $3.400 sebagai ambang validasi kelanjutan reli dan $3.350 sebagai pijakan pertahanan pertama. Penutupan di atas $3.400 berpotensi mengaktifkan momentum kenaikan baru; kegagalan menembusnya bisa menyeret harga kembali ke fase konsolidasi atau koreksi menuju $3.350. Dalam lingkungan yang sangat sensitif terhadap data, penempatan stop-loss yang adaptif dan ukuran posisi yang terukur menjadi kunci sampai pasar mendapatkan kejelasan dari rilis inflasi dan komentar pejabat The Fed.

Previous Post

Jhoni Timbangnusa: Membangkitkan Potensi Maluku Utara Lewat Indonesia Brain

Next Post

KAI Daop 1 Jakarta dan KCI Tertibkan Akses Penumpang di Stasiun Cikini Melalui Peninggian Pagar Pedestrian

admin@3media.id

admin@3media.id

Next Post
KAI Daop 1 Jakarta dan KCI Tertibkan Akses Penumpang di Stasiun Cikini Melalui Peninggian Pagar Pedestrian

KAI Daop 1 Jakarta dan KCI Tertibkan Akses Penumpang di Stasiun Cikini Melalui Peninggian Pagar Pedestrian

Recent Posts

  • PTPN I, Subholding Perkebunan Nusantara Dorong Mitra Binaan Tembus Kompetisi Kopi Dunia
  • Bittime Catatkan Lonjakan Swap USDT/IDR Hingga 57% Di Tengah Tekanan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS
  • Pelindo Terminal Petikemas Tunjukkan Kinerja Positif di Tengah Gejolak Global
  • Tembaga Punya Peran Krusial, Ini 3 Sektor Paling Membutuhkan
  • Telkom AI Center Makassar dan GDGoC UNM Latih 20 Talenta Muda di Bidang Robotics dan IoT

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
  • Home
  • Kontak
  • Services
  • Tentang Kami

PT. TriMedia Gorontalo - 2024

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Gorontalo
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Bone Bolango
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo Utara
    • Kabupaten Boalemo
    • Kabupaten Pohuwato
  • Kriminal
  • Politik
    • KPU
    • Bawaslu
    • Caleg
  • Olahraga

PT. TriMedia Gorontalo - 2024