• Home
  • Kontak
  • Services
  • Tentang Kami
Minggu, Juni 21, 2026
  • Login
TriMedia
  • Home
  • Gorontalo
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Bone Bolango
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo Utara
    • Kabupaten Boalemo
    • Kabupaten Pohuwato
  • Kriminal
  • Politik
    • KPU
    • Bawaslu
    • Caleg
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • Home
  • Gorontalo
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Bone Bolango
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo Utara
    • Kabupaten Boalemo
    • Kabupaten Pohuwato
  • Kriminal
  • Politik
    • KPU
    • Bawaslu
    • Caleg
  • Olahraga
No Result
View All Result
TriMedia
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Harga Bitcoin Melemah, Mampukah BTC Tembus US$100.000 Sebelum Akhir Tahun?

admin@3media.id by admin@3media.id
Desember 19, 2025
in Lifestyle
0
Harga Bitcoin Melemah, Mampukah BTC Tembus US0.000 Sebelum Akhir Tahun?
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, 19 Desember 2025 — Pergerakan harga Bitcoin (BTC) kembali menjadi sorotan menjelang akhir tahun setelah mengalami koreksi mingguan sebesar 6,48%. Tekanan jual yang meningkat memunculkan ketidakpastian di pasar, membuat pelaku pasar mencermati level teknikal penting, arus dana ETF, serta faktor makroekonomi global yang berpotensi memengaruhi arah harga selanjutnya.

Pada 15 Desember 2025, tekanan jual meningkat tajam dan memicu likuidasi posisi long senilai sekitar US$200 juta hanya dalam waktu satu jam. Kondisi tersebut mendorong harga Bitcoin turun menembus level support US$87.000 dan sempat menyentuh area US$85.000. Meski demikian, setelah koreksi tersebut, harga BTC mulai menunjukkan stabilisasi dan saat ini diperdagangkan di kisaran US$86.000.

Meski terjadi pemantulan harga, tekanan dari pihak bearish masih relatif dominan. Namun, rendahnya volume jual mengindikasikan bahwa penurunan ini lebih menyerupai koreksi sehat dibandingkan perubahan tren besar.

Arus ETF Tertekan, Akumulasi Korporasi Berlanjut

Dari sisi fundamental, investor institusional tercatat menarik dana dari spot Bitcoin ETF. Namun, di sisi lain, akumulasi oleh korporasi masih terus berlangsung dan menopang optimisme jangka panjang terhadap Bitcoin.

Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menilai kondisi ini menunjukkan adanya perbedaan pandangan antara pelaku pasar jangka pendek dan jangka panjang. “Penarikan dana dari ETF mencerminkan sikap hati-hati investor institusional terhadap kondisi makro saat ini. Namun, berlanjutnya akumulasi oleh korporasi menandakan bahwa kepercayaan terhadap fundamental Bitcoin sebagai aset lindung nilai jangka panjang masih cukup kuat,” ujarnya.

Secara teknikal, area US$88.000–US$89.000 menjadi zona krusial bagi Bitcoin. Jika mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, BTC berpotensi melanjutkan penguatan menuju area US$90.000 hingga US$95.000. Penembusan di atas US$95.000 dinilai dapat mengembalikan sentimen bullish dan membuka peluang uji ulang level psikologis US$100.000 sebelum akhir tahun.

Namun, risiko penurunan masih membayangi. Level support penting berada di US$85.000. Jika area ini gagal dipertahankan, Bitcoin berpotensi turun lebih dalam ke US$83.000, bahkan hingga US$80.500.

Fyqieh menjelaskan bahwa pergerakan di rentang ini akan sangat menentukan sentimen pasar. “Selama Bitcoin mampu bertahan di atas US$86.000, peluang pemulihan masih terbuka. Namun, kegagalan mempertahankan level tersebut bisa memicu fase konsolidasi lebih panjang dan menunda potensi reli hingga awal 2026,” jelasnya.

Faktor Global dan Tantangan Menuju US$100.000

Selain faktor teknikal, pasar kripto juga dibayangi sentimen global, termasuk rencana kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan. Secara historis, kebijakan pengetatan moneter Jepang kerap memicu volatilitas di aset berisiko, termasuk Bitcoin, akibat berkurangnya likuiditas dari yen carry trade.

Di sisi lain, level US$100.000 kini dipandang sebagai resistance kuat. Sejumlah analis global, termasuk CEO Galaxy Digital Mike Novogratz, menilai bahwa area tersebut menjadi zona jual bagi investor yang sebelumnya membeli di harga tinggi, sehingga berpotensi menahan laju kenaikan dalam jangka pendek.

Prospek Akhir Tahun Masih Netral ke Bullish

Dengan kondisi saat ini, proyeksi harga Bitcoin berada pada fase netral ke bullish. Bertahan di atas US$86.000 menjaga skenario pemulihan tetap valid, sementara penembusan di atas US$92.000 berpotensi menggeser outlook pasar kembali ke arah bullish menjelang akhir tahun.

“Pasar masih membutuhkan katalis yang kuat untuk menembus resistance besar. Selama belum ada dorongan volume dan sentimen yang signifikan, pergerakan Bitcoin cenderung bergerak sideways dengan volatilitas tinggi,” tutup Fyqieh.

Previous Post

Bongkar Strategi ‘Social Proof’: Rahasia di Balik Viralnya Brand dan Influencer yang Jarang Diketahui Publik

Next Post

Bybit Bersiap Masuk Ke Indonesia Dengan NOBI

admin@3media.id

admin@3media.id

Next Post
Bybit Bersiap Masuk Ke Indonesia Dengan NOBI

Bybit Bersiap Masuk Ke Indonesia Dengan NOBI

Recent Posts

  • Pengajian Rutin Jumat BRI Region 6 Angkat Tema Sholat Sunah, Tingkatkan Keimanan dan Kualitas Ibadah Pekerja
  • Jelang Festival Apangi, Pemkot Gelar Pasar Murah Non Subsidi Di Dembe I
  • Sekda Ismail Tinjau Pelaksanaan Donor Darah yang Digelar PMI Kota Gorontalo
  • Jumat Berkah RTD X DIAMOND Fair Dorong Transaksi Digital BRImo dan QRIS
  • Kumpulkan 51 Kg Sampah Organik di Invirotech 2026, Jadi Input untuk Program Lingkungan Grup MIND ID

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
  • Home
  • Kontak
  • Services
  • Tentang Kami

PT. TriMedia Gorontalo - 2024

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Gorontalo
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Bone Bolango
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo Utara
    • Kabupaten Boalemo
    • Kabupaten Pohuwato
  • Kriminal
  • Politik
    • KPU
    • Bawaslu
    • Caleg
  • Olahraga

PT. TriMedia Gorontalo - 2024