3MEDIA, GORONTALO – Pemerintah Kota Gorontalo bergerak cepat menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan di tengah tantangan iklim. Guna mengantisipasi potensi kenaikan inflasi akibat musim kemarau dan ancaman gagal panen, Pemkot Gorontalo menerjunkan tim monitoring yang dipimpin langsung oleh Plt. Asisten Bidang Ekonomi Sekretariat Daerah Kota Gorontalo, Abdulhafidz Daud. Tim ini bertugas mengawal penyaluran Bantuan Pangan alokasi Juli–September 2026. Langkah tegas ini diambil untuk memastikan bantuan tepat sasaran sekaligus menjamin ketersediaan pasokan beras bagi Masyarakat Penerima Bantuan Pangan (PBP) di wilayah Kota Gorontalo.
Selain itu, pengawasan ini bertujuan menekan lonjakan inflasi daerah. “Sesuai arahan Wali Kota Gorontalo, masyarakat yang terbukti menjadi pemabuk dan penjudi ditangguhkan atau belum dapat menerima bantuan pangan ini,” tegas Hafidz. Penerima yang terbukti melanggar kriteria tersebut akan digantikan oleh masyarakat lain dengan tingkat ekonomi yang sama (Desil 1 dan Desil 4) yang terdaftar dalam daftar cadangan.
Pihak Bulog menyatakan kesiapannya untuk mendukung kebijakan tersebut. Bulog akan menyerahkan data penerima kepada pihak kelurahan untuk diverifikasi dan divalidasi ulang di lapangan guna memfilter warga yang terindikasi sebagai pemabuk atau penjudi.Saat ini, realisasi penyaluran beras bantuan pangan di gudang Bulog telah mencapai 43 persen dan ditargetkan tuntas 100 persen pada Rabu, 9 September 2026.
Pengawasan tidak hanya dilakukan di gudang, tetapi juga menyisir distribusi hingga tingkat bawah. Plt. Asisten Bidang Ekonomi mengonfirmasi bahwa pihaknya telah meninjau langsung salah satu titik distribusi, yakni Kelurahan Wongkadiri Barat. Melalui pengawasan ketat ini, Pemkot Gorontalo berharap bantuan beras dapat diterima oleh warga yang benar-benar membutuhkan dan memenuhi kriteria, sehingga stabilitas ekonomi serta kesejahteraan masyarakat tetap terjaga. (Rls)

