• Home
  • Kontak
  • Services
  • Tentang Kami
Jumat, Mei 8, 2026
  • Login
TriMedia
  • Home
  • Gorontalo
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Bone Bolango
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo Utara
    • Kabupaten Boalemo
    • Kabupaten Pohuwato
  • Kriminal
  • Politik
    • KPU
    • Bawaslu
    • Caleg
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • Home
  • Gorontalo
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Bone Bolango
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo Utara
    • Kabupaten Boalemo
    • Kabupaten Pohuwato
  • Kriminal
  • Politik
    • KPU
    • Bawaslu
    • Caleg
  • Olahraga
No Result
View All Result
TriMedia
No Result
View All Result
Iklan 1 Iklan 2
Home Uncategorized

Krakatau Steel: Sinyal Ekspor Baja Tiongkok Momentum Perkuat Industri Nasional

admin@3media.id by admin@3media.id
Januari 27, 2026
in Uncategorized
0
Krakatau Steel: Sinyal Ekspor Baja Tiongkok Momentum Perkuat Industri Nasional
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, 27 Januari 2026 – Rencana Pemerintah Tiongkok untuk kembali menerapkan rezim lisensi ekspor baja mulai Januari 2026 menjadi perhatian serius pasar baja global. Kebijakan ini hadir bersamaan dengan penegasan pengendalian output crude steel sepanjang Rencana Lima Tahun ke-15 (2026–2030), di tengah masih lemahnya permintaan domestik Tiongkok dan lonjakan ekspor baja yang memicu tekanan harga serta friksi dagang internasional.

Pengamat Industri
Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji, Steel & Mining Insights menilai
kebijakan tersebut tidak dapat dibaca sebagai pengetatan pasokan secara
otomatis. “Lisensi ekspor bukanlah kuota. Tanpa pembatasan volume yang
eksplisit, kebijakan ini lebih berfungsi sebagai kontrol administratif dan
kualitas, bukan instrumen struktural untuk mengurangi kelebihan pasokan
global,” tulis Widodo dalam analisisnya pada laman SM Insights.

Optimisme Pasar yang Masih
Dibayangi Ketidakpastian
 

Widodo
menjelaskan, sebagian pelaku pasar berharap lisensi ekspor dapat menekan
praktik ekspor agresif berharga rendah dari Tiongkok. Namun secara fundamental,
kelebihan kapasitas baja global yang telah melampaui 600 juta ton membuat
tekanan struktural tetap tinggi. Dalam kondisi tersebut, perubahan kebijakan
Tiongkok lebih tepat dibaca sebagai perubahan struktur risiko, bukan solusi
menyeluruh bagi pasar baja dunia.

Widodo
juga menyoroti kontras tajam antara Indonesia dan negara lain dalam penggunaan
instrumen perlindungan perdagangan. Saat negara-negara utama seperti Amerika
Serikat, Uni Eropa, India, hingga negara-negara ASEAN secara aktif menerapkan
puluhan hingga ratusan trade remedies, Indonesia saat ini hanya memiliki lima
instrumen aktif di sektor baja.

“Kondisi
ini menjadikan Indonesia salah satu pasar paling terbuka dan paling rentan
terhadap limpahan surplus baja global, terutama jika kebijakan Tiongkok tidak
benar-benar menurunkan volume ekspor,” tegas Widodo.

Momentum
Kedaulatan Industri Baja Nasional

Menanggapi
dinamika tersebut, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel
Group (IDX: KRAS) memandang
kebijakan Beijing sebagai sinyal penting yang harus disikapi secara cermat dan
strategis. Perseroan menilai bahwa perubahan kebijakan global justru memperkuat
urgensi penguatan industri baja nasional melalui kebijakan yang sejalan dengan
praktik global dan kepentingan nasional.

Direktur
Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan bahwa
Indonesia tidak perlu ragu dalam melindungi industri strategisnya.

“Kebijakan
global tidak bisa kita kendalikan, tetapi desain kebijakan nasional sepenuhnya
berada di tangan kita. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat
industri baja nasional secara berkelanjutan,” tutup Dr. Akbar Djohan, yang juga
menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association
(IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).

Perseroan memandang penguatan kebijakan baja
nasional sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo
Subianto, khususnya
dalam membangun kemandirian industri, memperkuat struktur manufaktur, dan
menjaga ketahanan ekonomi nasional. Kebijakan yang terarah dan selektif dinilai
penting agar perlindungan pasar domestik berjalan beriringan dengan pengamanan
pasokan bahan baku strategis bagi industri hilir.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Previous Post

Chat with Copilot: Fitur Cerdas untuk Analisis Banyak Panggilan Sekaligus

Next Post

Peringati Hari Gizi Nasional, KAI Logistik Distribusikan 300 Paket Gizi Untuk Masyarakat Di Marunda

admin@3media.id

admin@3media.id

Next Post
Peringati Hari Gizi Nasional, KAI Logistik Distribusikan 300 Paket Gizi Untuk Masyarakat Di Marunda

Peringati Hari Gizi Nasional, KAI Logistik Distribusikan 300 Paket Gizi Untuk Masyarakat Di Marunda

Recent Posts

  • Liburan di Luar Negeri Makin Hemat, BRI Hadirkan Promo Kartu Kredit dengan Cashback Menarik
  • Pengguna Super Apps BRImo Tembus 47,8 Juta User, Jadi Andalan Kebutuhan Finansial Masyarakat
  • Akun Tiba-Tiba Logout? Waspadai Modus Penipuan Ini yang Bisa Bikin Uangmu Terkuras
  • School of Computer Science BINUS University dan MAPID Perkuat Kolaborasi Strategis untuk Dorong Inovasi Geospasial dan Artificial Intelligence di Indonesia
  • Permudah Konektivitas Antar Daerah, KA Sangkuriang Diminati Pelanggan

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
  • Home
  • Kontak
  • Services
  • Tentang Kami

PT. TriMedia Gorontalo - 2024

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Gorontalo
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Bone Bolango
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo Utara
    • Kabupaten Boalemo
    • Kabupaten Pohuwato
  • Kriminal
  • Politik
    • KPU
    • Bawaslu
    • Caleg
  • Olahraga

PT. TriMedia Gorontalo - 2024