3MEDIA, GORONTALO – Penanganan masalah kesehatan jiwa tidak bisa hanya dilakukan Dinas Kesehatan. Pemerintah Kota Gorontalo mendorong kerja sama lintas sektor agar masyarakat dengan masalah kejiwaan mendapat perhatian dan pelayanan lebih baik. Hal itu disampaikan Pj Sekda Kota Gorontalo Nuryanto saat membuka Rapat Koordinasi Lintas Sektor Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) 2026, Kamis (8/10/2026), di Grand Q Hotel.
“Persoalan kesehatan jiwa masih menjadi perhatian yang perlu ditangani bersama. Bukan hanya soal pelayanan kesehatan, tetapi juga bagaimana masyarakat dan keluarga memberikan dukungan,” kata Nuryanto. Ia menyebut masih ada keluarga yang menyembunyikan anggota keluarga dengan gangguan jiwa karena stigma.
“Masih terdapat stigma bahwa keluarga menyembunyikan keberadaan anggota keluarga yang menderita gangguan jiwa. Hal ini menyebabkan terbatasnya akses ODMK dan ODGJ terhadap layanan kesehatan,” ujarnya. Menurutnya, penanganan harus dimulai dari keluarga melalui pola asuh, komunikasi, dan lingkungan yang baik. Tidak hanya pengobatan, tetapi juga pencegahan hingga pemulihan agar dapat kembali beraktivitas.
“Upaya kesehatan jiwa ini harus dilaksanakan secara terintegrasi, komprehensif dan berkesinambungan,” katanya. Nuryanto menekankan penanganan tidak bisa dibebankan ke satu pihak. Dibutuhkan koordinasi berkelanjutan antara pemerintah, masyarakat, dan stakeholder, termasuk TNI-Polri dan Dinas Kesehatan. (Rls)
