3MEDIA, GORONTALO – Pemerintah Kota Gorontalo terus berupaya mendorong budaya gemar membaca di kalangan anak-anak sejak usia dini sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Gorontalo, Ismail Madjid, saat menghadiri kegiatan Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Kota Gorontalo Tahun 2026 yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKP) Kota Gorontalo, Rabu (10/6/2026).
Menurut Sekda Ismail, penguatan budaya literasi tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah atau para guru. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama orang tua, dalam menumbuhkan kebiasaan membaca pada anak. “Penanganan tidak cukup hanya oleh guru atau komunitas di sekolah saja. Peran orang tua, masyarakat, pemerintah, dan lembaga swasta yang peduli juga merupakan faktor penting yang sangat kami harapkan,” ujar Sekda Ismail.
Ia menjelaskan, perpustakaan menjadi salah satu sarana utama dalam proses pembelajaran dan pengembangan wawasan. Karena itu, minat dan kemampuan membaca perlu terus ditanamkan sejak dini agar menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan anak-anak. Menurutnya, kemampuan membaca merupakan modal penting dalam penyelenggaraan pendidikan, baik formal maupun nonformal.
Dengan budaya membaca yang kuat, akan lahir generasi yang cerdas, berwawasan luas, serta mampu menghadapi berbagai tantangan perkembangan zaman. Pada kesempatan tersebut, Sekda Ismail juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kota Gorontalo yang telah menginisiasi Lomba Bertutur Tingkat SD/MI sebagai salah satu upaya mendorong tumbuhnya budaya literasi di lingkungan sekolah.
“Lomba bertutur bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi media untuk membangun kecintaan anak terhadap buku, membaca, dan melestarikan tradisi bertutur,” katanya. Ia berharap program-program apresiasi literasi seperti ini dapat terus dikembangkan dan ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang melalui sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan berbagai elemen masyarakat. “Dengan kolaborasi yang kuat, upaya membangun generasi literat di Kota Gorontalo akan semakin optimal,” pungkas panglima ASN Pemkot Gorontalo itu. (Rls)

