3MEDIA, GORONTALO – Pemerintah Kota Gorontalo terus memperkuat pembangunan infrastruktur berbasis kebutuhan masyarakat melalui program Dana Pengembangan Kelurahan (DPK) Tahun 2026. Khusus di Kecamatan Kota Tengah, anggaran sebesar Rp1,2 miliar telah dialokasikan untuk enam kelurahan guna membiayai berbagai pekerjaan prioritas.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Gorontalo, Meydi N. Silangen, saat memaparkan program pembangunan pada kegiatan silaturahmi Pemerintah Kota Gorontalo bersama warga Kelurahan Dulalowo Timur, Kecamatan Kota Tengah, Selasa (30/6/2026).
Meydi menjelaskan, masing-masing kelurahan memperoleh alokasi Rp200 juta yang digunakan sesuai hasil identifikasi kebutuhan masyarakat. Mayoritas anggaran difokuskan pada penanganan drainase, pembangunan paving block, hingga peningkatan ruang publik.
Di Kelurahan Paguyaman, anggaran digunakan untuk pembersihan dan rehabilitasi saluran, pembangunan plat pelintas, pemasangan paving block, peningkatan ruang publik, serta biaya pendampingan teknis perencanaan dan pengawasan.
Sementara itu, Kelurahan Pulubala memprioritaskan pembersihan saluran di 13 titik, rehabilitasi saluran, dan pembangunan paving block. Di Kelurahan Liluwo, dana dimanfaatkan untuk pembersihan saluran, pembangunan paving block, serta pembangunan jembatan lingkungan.
Untuk Kelurahan Dulalowo, program meliputi pembersihan saluran di delapan lokasi, peningkatan saluran, pembangunan paving block, hingga rehabilitasi ruang pelayanan kantor kelurahan. Adapun di Kelurahan Dulalowo Timur, anggaran dialokasikan untuk pembersihan saluran di tujuh lokasi, pembersihan dan rehabilitasi saluran, serta pembangunan paving block di tiga titik.
Sedangkan Kelurahan Wumialo memanfaatkan dana tersebut untuk pembersihan dan rehabilitasi saluran, pembangunan plat decker, serta pembangunan saluran baru. Menurut Meydi, seluruh kegiatan tersebut merupakan hasil usulan masyarakat yang telah diverifikasi sehingga pelaksanaannya benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.
Selain program DPK, Dinas PUPR juga menyiapkan sejumlah proyek infrastruktur berskala lebih besar di Kecamatan Kota Tengah sepanjang 2026. Di antaranya rehabilitasi Puskesmas Kota Tengah dengan anggaran Rp199,25 juta yang bersumber dari SILPA, pemeliharaan rutin Jalan Manado senilai Rp150 juta melalui Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit, serta rekonstruksi atau peningkatan Jalan Pangeran Hidayat 2 dengan nilai anggaran sekitar Rp3,43 miliar yang didanai melalui Dana Alokasi Umum (DAU).
Meydi mengatakan, Pemerintah Kota Gorontalo berkomitmen terus meningkatkan kualitas infrastruktur lingkungan agar pelayanan publik, konektivitas wilayah, serta kenyamanan masyarakat semakin baik. “Program ini disusun berdasarkan kebutuhan warga. Harapannya, pembangunan yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat nyata, terutama dalam mengatasi persoalan drainase, akses jalan lingkungan, dan fasilitas umum di setiap kelurahan,” ujarnya. (Rls)

