3MEDIA, GORONTALO – Pembangunan infrastruktur di Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, sepanjang 2025 tidak hanya berkutat pada proyek fisik berskala besar. Pemerintah Kota Gorontalo juga mengarahkan anggaran pada sejumlah kebutuhan dasar yang bersentuhan langsung dengan aktivitas masyarakat, mulai dari akses jalan lingkungan, saluran air, fasilitas pendidikan hingga pemeliharaan sungai.
Gambaran tersebut disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Gorontalo, Meidy Novieta Silangen, dalam kegiatan silaturahmi Pemerintah Kota Gorontalo sekaligus sosialisasi urusan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan di Kelurahan Heledulaa Selatan, Kecamatan Kota Timur, Sabtu (9/8/2026) malam.
Menurut Meidy, pola pembangunan di Kota Timur sepanjang 2025 turut diarahkan untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat di tingkat kelurahan. Intervensinya tersebar pada sejumlah sektor yang berkaitan langsung dengan kualitas lingkungan permukiman dan pelayanan publik.Salah satu bentuknya terlihat pada pembangunan akses lingkungan. Pemerintah mengalokasikan Rp190,5 juta untuk pembangunan jalan setapak di Kelurahan Moodu, Rp189,5 juta di Kelurahan Padebuolo, serta Rp187,5 juta di Kelurahan Ipilo.
“Pembangunan jalan setapak ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas permukiman, terutama untuk mendukung akses warga di lingkungan tempat tinggal,” katanya. Tak hanya akses jalan, pemerintah juga, lanjut Meidy, mengintervensi sektor sumber daya air dan lingkungan. Pada 2025, terdapat pembangunan konstruksi saluran di Jalan Taman Buah, Kelurahan Moodu, dengan anggaran Rp170 juta.
”Pemeliharaan Sungai Tamalate juga dilakukan dengan anggaran Rp111,870 juta. Sementara pemeliharaan Simpang Empat Jalan Tribrata dialokasikan sebesar Rp332,852 juta,” ungkapnya. Perhatian terhadap infrastruktur dasar juga menyasar fasilitas pendidikan. Meidy menjelaskan, pemerintah telah mengalokasikan Rp200 juta untuk pembangunan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) SDN 58 Kota Timur melalui Dana Alokasi Umum (DAU) Pendidikan.
“SDN 58 memperoleh dukungan anggaran untuk rehabilitasi toilet atau jamban dengan anggaran Rp50 juta,” ujarnya. Intervensi pembangunan turut menyentuh fasilitas pemerintahan di tingkat kelurahan. Rehabilitasi Kantor Lurah Moodu, misalnya, mendapat alokasi anggaran sebesar Rp200 juta. Sementara itu, pemerintah juga menyiapkan Rp99,812 juta untuk penyusunan Detail Engineering Design (DED) pemeliharaan taman, termasuk Taman Moodu.
Meidy juga memaparkan program pengembangan kelurahan yang dilaksanakan di Kecamatan Kota Timur pada 2025.Program tersebut mencakup pengadaan getor beserta baterai dengan anggaran Rp138,294 juta serta kegiatan pembersihan saluran senilai Rp61,706 juta. “Jika digabungkan, total anggaran untuk program pengembangan kelurahan tersebut mencapai Rp200 juta,” ucap Meidy.
Pembersihan saluran sendiri tersebar di enam kelurahan, yakni Moodu, Tamalate, Padebuolo, Ipilo, Heledulaa Utara, dan Heledulaa Selatan. Data tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan di Kota Timur tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan infrastruktur baru, tetapi juga menjaga fasilitas yang sudah ada agar tetap berfungsi dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (Rls)
