3MEDIA, GORONTALO – Pemerintah Kota Gorontalo tidak hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur berskala besar untuk membenahi Kecamatan Dumbo Raya. Sepanjang 2025, pemerintah mengarahkan anggaran pada persoalan yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan warga, salah satunya pembenahan saluran lingkungan yang mencapai hampir 10 kilometer.
Ini sebagaimana yang dipaparkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Gorontalo Meidy Novieta Silangen dalam kegiatan silaturahmi pemerintah kota dan sosialisasi urusan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan. Paparan itu disampaikan Meidy di hadapan Wakil Wali Kota Gorontalo Indra Gobel dan warga Kelurahan Botu, Kecamatan Dumbo Raya, di halaman Kantor Kelurahan Botu, Rabu (5/8/2026) malam.
Meidy menjelaskan, pada 2025 pemerintah mengalokasikan dana pengembangan kelurahan sebesar Rp200 juta untuk Kecamatan Dumbo Raya. ”Anggaran tersebut digunakan untuk dua kebutuhan utama, yakni pengadaan mesin pemotong rumput beserta baterai senilai Rp138,294 juta dan pembersihan saluran sebesar Rp61,706 juta,” jelas Meidy.
Dari program pembersihan tersebut, terdapat 39 lokasi dengan total panjang saluran mencapai 9.763 meter yang ditangani di lima kelurahan. Dengan rincian, Kelurahan Talumolo mendapat penanganan di empat lokasi dengan panjang saluran 1.140 meter. Kelurahan Botu mencakup tujuh lokasi dengan panjang 2.603 meter.
“Kemudian, Kelurahan Bugis menjadi wilayah dengan cakupan terpanjang, yakni 12 lokasi dengan total 3.680 meter saluran. Sementara Leato Utara mencakup enam lokasi sepanjang 1.060 meter dan Leato Selatan 10 lokasi dengan panjang 1.280 meter,” ungkapnya. Pembenahan saluran bukan satu-satunya program infrastruktur yang dikerjakan Pemkot Gorontalo di Dumbo Raya pada 2025.
Dinas PUPR, jelas Meidy, turut mengerjakan sejumlah proyek yang berkaitan dengan fasilitas publik dan pengendalian lingkungan. Salah satunya pembangunan check dam di Kelurahan Talumolo dengan anggaran Rp1,425 miliar yang bersumber dari PAD melalui Dinas PUPR. “Pemerintah juga mengalokasikan Rp200 juta untuk konstruksi perkuatan tebing di Kelurahan Leato Utara,” terangnya.
Di sektor fasilitas pendidikan dan pemerintahan, pemerintah mengalokasikan Rp 85 juta untuk pembangunan jamban atau toilet di TK Pembina Dumbo Raya. Selain itu, disiapkan anggaran masing-masing Rp25 juta untuk penyusunan Detail Engineering Design (DED) Kantor Camat Dumbo Raya dan DED Kantor Lurah Leato Utara. Rangkaian program tersebut memperlihatkan pola pembangunan Dumbo Raya pada 2025 tidak semata mengejar pembangunan fisik baru, tetapi juga membenahi infrastruktur yang berhubungan langsung dengan aktivitas masyarakat, termasuk pembenahan fasilitas pemerintahan. (Rls)

