3MEDIA, GORONTALO – Pemerintah Kota Gorontalo mulai menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara setiap hari Selasa. Meski memberi fleksibilitas lokasi kerja, kebijakan ini ditegaskan tidak mengurangi kewajiban pelayanan kepada masyarakat.Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menegaskan bahwa WFA bukanlah hari libur.
Aparat tetap dituntut bekerja secara profesional dan siaga terhadap setiap kebutuhan layanan maupun koordinasi kedinasan. Pernyataan tersebut disampaikan Wali Kota Adhan saat meninjau penertiban bangunan semi permanen yang berdiri di fasilitas umum di kawasan Bank BTN Cabang Gorontalo, Rabu (8/4/2026).
Ia menjelaskan, penetapan hari Selasa sebagai WFA bertujuan menjaga ritme produktivitas kerja sepanjang pekan.“Setiap Selasa diawali dengan kerja bakti lingkungan. Setelah itu, aparatur dapat melaksanakan tugas dari luar kantor. Yang penting, dalam satu minggu tetap ada satu hari WFA,” ujar Wali Kota Adhan.
Namun demikian, fleksibilitas ini diiringi aturan disiplin yang ketat. Wali Kota Adhan menekankan seluruh aparatur harus tetap dalam kondisi siaga penuh selama jam kerja, termasuk respons cepat terhadap panggilan atau instruksi atasan.Ia bahkan menetapkan batas waktu respons maksimal hanya lima menit. Jika tidak dipatuhi, sanksi tegas akan diberlakukan. “Kalau ditelepon atasan tidak diangkat dalam waktu lima menit, langsung dinonjobkan,” tegasnya.
Menurut Wali Kota Adhan, kebijakan ini dirancang agar penerapan WFA tetap sejalan dengan prinsip pelayanan publik yang cepat dan responsif. Jika terdapat tugas mendesak yang membutuhkan kehadiran fisik di kantor, aparatur diwajibkan segera menindaklanjutinya tanpa penundaan. Dengan aturan tersebut, Pemkot Gorontalo berharap keseimbangan antara fleksibilitas kerja dan kualitas layanan publik tetap terjaga. (Rls)











