3MEDIA, GORONTALO – Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, mengusulkan pengadaan gadget khusus bagi siswa sebagai upaya menekan pengaruh negatif dunia maya terhadap generasi muda. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri sosialisasi penguatan pendidikan karakter melalui pemutaran film bertema cyberbullying di XXI City Mall Gorontalo, Rabu (8/4/2026).
Dalam kesempatan itu, Wawali Indra menyoroti dominasi penggunaan gadget yang dinilai telah melampaui peran orang tua dan guru dalam proses pembentukan karakter anak. Menurutnya, ketergantungan terhadap perangkat digital saat ini sudah sulit dihindari. “Sekarang ini pengaruh gadget sangat besar, bahkan bisa mengalahkan peran orang tua dan guru dalam mendidik anak,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut tidak hanya terjadi pada anak-anak, tetapi juga orang dewasa yang sudah terbiasa bergantung pada gadget dalam aktivitas sehari-hari. Meski demikian, Wawali Indra menegaskan bahwa yang perlu dilakukan bukan melarang penggunaan gadget, melainkan mengarahkan pemanfaatannya ke hal-hal yang lebih positif dan edukatif.
Menurutnya, masa sekolah dasar merupakan fase penting dalam pembentukan karakter, iman, dan ketakwaan. Sementara untuk pengetahuan umum seperti matematika atau ilmu sosial, siswa saat ini dapat dengan mudah mengaksesnya melalui internet. Karena itu, ia mendorong adanya kebijakan pengadaan gadget khusus bagi siswa, terutama di jenjang SMP yang berada pada masa transisi. Gadget tersebut, kata dia, harus dilengkapi sistem pengamanan ketat dan akses terbatas.
“Kalau perlu, gadget yang diberikan hanya berisi materi pendidikan dan tugas sekolah. Akses ke aplikasi seperti media sosial dan konten hiburan diblok,” tegasnya. Ia juga menilai metode pembelajaran berbasis visual melalui perangkat digital lebih mudah diserap oleh siswa dibandingkan metode konvensional. Meski membutuhkan anggaran yang tidak sedikit, Wawali Indra meminta pemerintah pusat mulai mempertimbangkan langkah tersebut sebagai bagian dari adaptasi sistem pendidikan terhadap perkembangan teknologi.
“Kita tidak bisa memisahkan anak-anak dari gadget. Yang harus dilakukan adalah bagaimana kita masuk ke kebiasaan mereka dan mengarahkannya ke hal yang positif,” tambahnya.Usulan ini diharapkan menjadi perhatian bersama, sekaligus mendorong dunia pendidikan untuk beradaptasi dengan pola belajar generasi saat ini yang semakin dekat dengan teknologi digital. (Rls)











