• Home
  • Kontak
  • Services
  • Tentang Kami
Senin, Oktober 19, 2026
  • Login
TriMedia
  • Home
  • Gorontalo
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Bone Bolango
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo Utara
    • Kabupaten Boalemo
    • Kabupaten Pohuwato
  • Kriminal
  • Politik
    • KPU
    • Bawaslu
    • Caleg
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • Home
  • Gorontalo
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Bone Bolango
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo Utara
    • Kabupaten Boalemo
    • Kabupaten Pohuwato
  • Kriminal
  • Politik
    • KPU
    • Bawaslu
    • Caleg
  • Olahraga
No Result
View All Result
TriMedia
No Result
View All Result
Iklan 1 Iklan 2
Home Kota Gorontalo

Buka FPR di Pasar Liluwo, Kadis Perdagin Dorong Penguatan Pasar Tradisional

Jurnalis Trimedia by Jurnalis Trimedia
Oktober 18, 2026
in Kota Gorontalo
0
Buka FPR di Pasar Liluwo, Kadis Perdagin Dorong Penguatan Pasar Tradisional
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

3MEDIA, GORONTALO – Pemerintah Kota Gorontalo mendorong penguatan pasar tradisional melalui pembenahan fasilitas dan pemberdayaan pedagang agar mampu bersaing di tengah perkembangan perdagangan digital. Upaya tersebut diwujudkan melalui Festival Pasar Rakyat (FPR) yang resmi dibuka di Pasar Liluwo, Kota Gorontalo, Sabtu (17/10/2026).

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Perdagin) Kota Gorontalo, Haryono Suronoto mengatakan, keberadaan pasar tradisional harus tetap dipertahankan karena memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus menjadi ruang interaksi sosial.

“Pasar fisik atau pasar tradisional harus tetap ada. Pasar tradisional adalah urat nadi perekonomian masyarakat sekaligus ruang sosial,” ujar Haryono dalam sambutannya. Menurut dia, Pasar Liluwo memiliki sejarah panjang dalam aktivitas perdagangan masyarakat. Pada masa lalu, pasar tersebut beroperasi setiap Sabtu dan selalu dipadati pedagang maupun pembeli.

Namun, setelah beralih menjadi pasar harian sekitar satu dekade ini, Pasar Liluwo menghadapi tantangan baru.Persaingan dengan pasar lain yang berdekatan serta perubahan perilaku belanja masyarakat ke platform digital, terang Haryono, turut memengaruhi aktivitas perdagangan di pasar Liluwo.

Perkembangan marketplace juga, lanjut dia, tidak dapat diabaikan karena menawarkan pilihan produk yang beragam, harga kompetitif, kemudahan transaksi, serta layanan pengiriman yang semakin praktis. “Untuk itu, keberadaan pasar tradisional perlu diperkuat melalui peningkatan kualitas fasilitas dan kemampuan pedagang dalam mengikuti perubahan pola konsumsi masyarakat,” tutur Haryono.

Dan oleh sebab itu juga, lanjut Haryono, Festival Pasar Rakyat di Pasar Liluwo yang diinisiasi Adira, Zurich Syariah, dan Bank Danamon menjadi angin segar bagi komunitas pasar Liluwo. “Dikabarkan, kolaborasi ini diarahkan pada pembenahan sarana pasar sekaligus peningkatan kapasitas pedagang agar dapat mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Tentu Pemda mendukung penuh upaya ini,” tegas Haryono.

Sejumlah fasilitas dikabarkan akan dibenahi, meliputi kantor pasar, mushola, saluran drainase, serta kios dan lapak pedagang.Selain perbaikan fisik, program pemberdayaan juga mencakup fasilitasi legalitas usaha, sertifikasi halal, pengelolaan keuangan, hingga strategi promosi dan pemasaran.Menurut Haryono, pendampingan tersebut penting agar pedagang tidak hanya mengandalkan transaksi secara langsung, tetapi juga mampu memperluas jangkauan penjualan melalui platform digital.

“Dengan legalitas yang terpenuhi, tugas Bapak dan Ibu selanjutnya tinggal mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk,” katanya kepada para pedagang yang turut hadir dalam kegiatan. Ia menambahkan, legalitas usaha, jaminan kehalalan, keamanan produk, dan pemanfaatan media sosial menjadi faktor penting untuk membangun kepercayaan konsumen. “Pedagang juga perlu memanfaatkan kanal pemasaran seperti media sosial dan market place agar produknya lebih mudah dikenal masyarakat,” ucapnya.

Dengan dukungan tersebut, Haryono berharap pedagang Pasar Liluwo dapat meningkatkan daya saing tanpa kehilangan karakter pasar tradisional sebagai tempat transaksi dan interaksi langsung antara penjual dan pembeli. (Rls)

Previous Post

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, BPBD Bagikan 1.500 Masker

Next Post

Memaksimalkan Gratis Transfer antarbank dari neobank hingga 200 Kali per Bulan

Jurnalis Trimedia

Jurnalis Trimedia

Next Post
Public

Memaksimalkan Gratis Transfer antarbank dari neobank hingga 200 Kali per Bulan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Karyawan Berau Coal Ikuti ITB Ultra Marathon, Dorong Gaya Hidup Sehat
  • Perkuat Jangkauan Eksportir di Pasar Global, VRITIMES Berpartisipasi di Trade Expo Indonesia 2026
  • Gangguan Distribusi BBM di Bali Menyoroti Pentingnya Ketahanan Operasional Hotel
  • Media Info Grup Indonesia menyatakan Kesiapan Melayani Kebutuhan Media Intelligence di Pasar Indonesia Melalui Acara Grand Launch
  • Transformasi Digital Bisnis Entertainment: Pemilik F&B Mulai Lirik Konsep Hybrid Karaoke dan Resto

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.
  • Home
  • Kontak
  • Services
  • Tentang Kami

PT. TriMedia Gorontalo - 2024

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Gorontalo
    • Provinsi Gorontalo
    • Kota Gorontalo
    • Kabupaten Bone Bolango
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kabupaten Gorontalo Utara
    • Kabupaten Boalemo
    • Kabupaten Pohuwato
  • Kriminal
  • Politik
    • KPU
    • Bawaslu
    • Caleg
  • Olahraga

PT. TriMedia Gorontalo - 2024