3MEDIA, GORONTALO – Pemerintah Kota Gorontalo mendorong penguatan pasar tradisional melalui pembenahan fasilitas dan pemberdayaan pedagang agar mampu bersaing di tengah perkembangan perdagangan digital. Upaya tersebut diwujudkan melalui Festival Pasar Rakyat (FPR) yang resmi dibuka di Pasar Liluwo, Kota Gorontalo, Sabtu (17/10/2026).
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Perdagin) Kota Gorontalo, Haryono Suronoto mengatakan, keberadaan pasar tradisional harus tetap dipertahankan karena memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus menjadi ruang interaksi sosial.
“Pasar fisik atau pasar tradisional harus tetap ada. Pasar tradisional adalah urat nadi perekonomian masyarakat sekaligus ruang sosial,” ujar Haryono dalam sambutannya. Menurut dia, Pasar Liluwo memiliki sejarah panjang dalam aktivitas perdagangan masyarakat. Pada masa lalu, pasar tersebut beroperasi setiap Sabtu dan selalu dipadati pedagang maupun pembeli.
Namun, setelah beralih menjadi pasar harian sekitar satu dekade ini, Pasar Liluwo menghadapi tantangan baru.Persaingan dengan pasar lain yang berdekatan serta perubahan perilaku belanja masyarakat ke platform digital, terang Haryono, turut memengaruhi aktivitas perdagangan di pasar Liluwo.
Perkembangan marketplace juga, lanjut dia, tidak dapat diabaikan karena menawarkan pilihan produk yang beragam, harga kompetitif, kemudahan transaksi, serta layanan pengiriman yang semakin praktis. “Untuk itu, keberadaan pasar tradisional perlu diperkuat melalui peningkatan kualitas fasilitas dan kemampuan pedagang dalam mengikuti perubahan pola konsumsi masyarakat,” tutur Haryono.
Dan oleh sebab itu juga, lanjut Haryono, Festival Pasar Rakyat di Pasar Liluwo yang diinisiasi Adira, Zurich Syariah, dan Bank Danamon menjadi angin segar bagi komunitas pasar Liluwo. “Dikabarkan, kolaborasi ini diarahkan pada pembenahan sarana pasar sekaligus peningkatan kapasitas pedagang agar dapat mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Tentu Pemda mendukung penuh upaya ini,” tegas Haryono.
Sejumlah fasilitas dikabarkan akan dibenahi, meliputi kantor pasar, mushola, saluran drainase, serta kios dan lapak pedagang.Selain perbaikan fisik, program pemberdayaan juga mencakup fasilitasi legalitas usaha, sertifikasi halal, pengelolaan keuangan, hingga strategi promosi dan pemasaran.Menurut Haryono, pendampingan tersebut penting agar pedagang tidak hanya mengandalkan transaksi secara langsung, tetapi juga mampu memperluas jangkauan penjualan melalui platform digital.
“Dengan legalitas yang terpenuhi, tugas Bapak dan Ibu selanjutnya tinggal mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk,” katanya kepada para pedagang yang turut hadir dalam kegiatan. Ia menambahkan, legalitas usaha, jaminan kehalalan, keamanan produk, dan pemanfaatan media sosial menjadi faktor penting untuk membangun kepercayaan konsumen. “Pedagang juga perlu memanfaatkan kanal pemasaran seperti media sosial dan market place agar produknya lebih mudah dikenal masyarakat,” ucapnya.
Dengan dukungan tersebut, Haryono berharap pedagang Pasar Liluwo dapat meningkatkan daya saing tanpa kehilangan karakter pasar tradisional sebagai tempat transaksi dan interaksi langsung antara penjual dan pembeli. (Rls)

