3MEDIA, GORONTALO – Mantan Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, mengulas secara mendalam sejarah silsilah keluarga Presiden ke-3 RI, B.J. Habibie, dan tokoh daerah, dr. Zainal Umar Sidiki, dalam momentum peresmian penggantian nama tiga ruas jalan oleh Pemerintah Kota Gorontalo Rabu (20/05). Rusli menegaskan kembali identitas BJ Habibie yang kerap menjadi rebutan klaim antardaerah.
Rusli meluruskan bahwa meskipun lahir di Parepare, akar darah dan pengakuan personal BJ Habibie semasa hidupnya menegaskan bahwa dirinya adalah representasi murni dari bumi Gorontalo. “Saya mengulas sebentar sejarah keluarga ini, karena ini sering diperebutkan oleh orang Parepare, Bugis, dan Gorontalo. Tapi selama hidup, Habibie itu selalu mengatakan, saya bukan orang Parepare, saya orang Gorontalo, orang Kabila, bukan orang-orang Parepare,” ujar Rusli Habibie.
Menelusuri garis keturunannya, Rusli memaparkan migrasi leluhur dari Bone yang kemudian menetap di Kampung Bugis dan menikahi putri Gorontalo bernama Mo’awiah. Dari silsilah tersebut, lahir kakek BJ Habibie bernama Abdul Jalil yang sempat mengenyam pendidikan pertanian dan bertugas di Parepare hingga menikahi wanita asal Yogyakarta, Tuti Marini Puspowardojo.
Dari pernikahan itulah lahir anak keempat yang kelak menjadi teknokrat dunia, Bacharuddin Jusuf Habibie. “Jadi beliau itu betul-betul orang Gorontalo,” tegas Rusli di hadapan para hadirin yang menyambutnya dengan tepuk tangan riuh. Rusli juga mengungkapkan amanah khusus yang dititipkan oleh anak mendiang BJ Habibie, Ilham Habibie, untuk mempertegas identitas sang ayah kepada seluruh masyarakat Serambi Madinah.
“Kemarin disampaikan oleh Pak Ilham, tolong Mas Rusli sampaikan ke warga Gorontalo, bapak itu putra Gorontalo asli. Jadi kita berbangga punya putra Gorontalo Presiden ketiga yang bisa menurunkan dolar ketika itu, dari Rp15.000 menjadi Rp3.000,” kenang Rusli dengan penuh rasa bangga. Selain mengulas historis BJ Habibie, Rusli Habibie juga mengisahkan rekam jejak dr. Zainal Umar Sidiki yang diabadikan sebagai nama jalan atas kontribusi besarnya di bidang kesehatan dan politik lokal.
Zainal merupakan putra dari Mustapa Sidiki, tokoh yang dikenal memiliki keluarga besar yang sangat rukun. “Pak Zainal Mustapa Sidiki itu dokter. Pertama, jadi Kepala Rumah Sakit dan Kesehatan di Kabupaten Gorontalo ketika itu masih wilayah. Berikutnya, beliau karena suka di politik, terjun ke politik jadi pelopor Golkar pertama di kabupaten,” jelas Rusli mengenai kiprah almarhum.
Karier politik dr. Zainal Umar Sidiki terus menanjak dari Ketua DPD Golkar tingkat kabupaten hingga akhirnya terpilih menjadi anggota DPR RI pada tahun 1977. Rusli menceritakan kedekatan emosionalnya secara pribadi karena pernah tinggal satu atap bersama tokoh tersebut sejak masa sekolah, yang membentuk kedekatan historisnya dengan dinamika Gorontalo.
“Saya tinggal di rumah bersama beliau. Makanya saya dapat titipan dia punya napas. Makanya saya di Gorontalo itu bukan orang baru karena masih SMA,” tutup Rusli mengakhiri memoriam sejarah kedua tokoh besar tersebut. (Rls)

