3MEDIA, GORONTALO – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, mengambil langkah tegas terhadap penggunaan telepon genggam di kalangan pelajar. Ia menginstruksikan pembatasan penggunaan handphone (HP) di kalangan anak-anak sebagai upaya menekan dampak negatif teknologi. Kebijakan tersebut disampaikan Wali Kota Adhan saat memberikan sambutan pada kegiatan pelantikan pengurus ORARI Lokal Kabupaten Boalemoe dan Gorontalo Utara (Gorut), yang berlangsung di Bandhayo Lo Yiladia, Senin (5/5/2026).
Dalam arahannya, Wali Kota Adhan yang juga Ketua ORARI Daerah Provinsi Gorontalo menyoroti meningkatnya berbagai kasus yang melibatkan remaja, mulai dari pelecehan seksual hingga tindakan nekat bunuh diri, yang menurutnya tidak lepas dari pengaruh konten negatif di internet. Untuk itu, dia mengingatkan adanya potensi penyebaran paham berbahaya yang menyasar generasi muda melalui perangkat digital.
“Penggunaan HP ini sangat rawan. Anak-anak bisa dengan mudah mengakses hal-hal yang tidak semestinya. Maka dari itu, saya sudah meminta Dinas Pendidikan untuk mengeluarkan instruksi pembatasan penggunaan HP bagi siswa dan siswi,” tegasnya. Selain kebijakan pembatasan, Wali Kota Adhan juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi penggunaan teknologi oleh anak-anak di rumah.
Sebagai solusi alternatif, ia mendorong ORARI untuk kembali menggiatkan penggunaan radio komunikasi atau handy talky (HT) di kalangan remaja. Menurutnya, komunikasi melalui radio dinilai lebih aman karena tidak menyediakan akses visual yang berpotensi merusak.Wali Kota berharap, melalui keterlibatan komunitas radio amatir, generasi muda dapat diarahkan pada aktivitas yang lebih positif, edukatif, dan terkontrol, sehingga mampu membentuk karakter yang lebih baik di masa depan. (Rls)

