3MEDIA, GORONTALO – Peristiwa gantung diri yang sempat terjadi beberapa waktu lalu menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Gorontalo. Hal itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan yang dipimpin Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea di Bandhayo Lo Yiladia, Kamis (6/8/2026) malam.
Dalam rapat tersebut, Wali Kota Adhan meminta Dinas Pendidikan Kota Gorontalo memperkuat pemantauan terhadap kondisi peserta didik, bukan hanya dari sisi akademik, tetapi juga kesehatan fisik dan mental. Ia menginstruksikan agar pemeriksaan terhadap siswa dilakukan secara berkala, minimal setiap enam bulan sekali, sehingga berbagai persoalan dapat dideteksi lebih dini.
“Kepala Dinas Pendidikan saya minta ini menjadi perhatian. Minimal enam bulan sekali dilakukan pengecekan terhadap anak-anak, baik kesehatannya maupun kondisi kejiwaannya. Jangan sampai kita baru bergerak setelah terjadi sesuatu,” ujar Wali Kota Adhan. Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang yang mampu mendeteksi perubahan perilaku maupun kondisi psikologis peserta didik.
Dengan begitu, langkah pendampingan dapat dilakukan lebih cepat melalui kerja sama dengan tenaga kesehatan, guru, dan orang tua. Arahan tersebut menjadi bagian dari evaluasi rutin Pemerintah Kota Gorontalo di bawah kepemimpinan Wali Kota Adhan Dambea dan Indra Gobel untuk memperkuat pelayanan publik, termasuk perlindungan terhadap anak-anak di lingkungan pendidikan. (Rls)

